LampuHijau.co.id - Lonjakan Covid-19 di Jakarta harus ditangani secara tenang namun cerdas. Caranya, Pemprov DKI Jakarta harus memilik trik dan tips yang jitu. Kemudian harus mampu melakukan pre hospital assesment atau menangani pasien sebelum dirujuk ke rumah sakit.
"Saya melihat, selama ini Pemprov DKI Jakarta dan jajarannya seperti Dinas Kesehatan belum memiliki tips dan trik yang jitu dalam penanganan Covid-19 ini," kata dr. Dian Pratama, Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta kepada lampuhijau.co.id, Rabu (23/6/2021).
"Trik dan tips yang saya maksud begini, warga dikoordinir RT/RW, dan satgas covid di tiap wilayah diberi pemahaman, agar tidak perlu ke rumah sakit kalau masih gejala ringan.
Baca juga : 71 THL Baru Diperbantukan Menangani Covid-19 di RSUD Ciereng
Dinas Kesehatan DKI bisa memberikan pulse oxymeter atau alat pengukur kadar oksigen dalam darah serta pengukur nadi. Kemudian, tabung oksigen beserta nasal kanul dan obat atau vitamin per RT dan RW. Juga diberikan therapy mental agar tidak stress. Karena dampak covid ini bisa bikin mental down.
Dengan memberikan penanganan sebelum masuk rumah sakit, ini dapat mencegah penyebaran covid yang makin luas. Di mana pasien yang sudah terlanjur datang ke puskesmas dan rumah sakit karena gejalanya ringan, akhirnya ditolak. Dan harus kembali ke rumah," terang politisi Partai Gerindra ini.
Dokter Dian yang juga bendahara Fraksi Partai Gerindra DKI Jakarta ini menambahkan, Dinas Kesehatan dan satgas covid di wilayah juga bisa memberi motivasi kepada warga di RT/RW untuk kompak menangani wabah ini sebelum ke rumah sakit. Bisa dengan cara bergotong royong membeli alat yang dibutuhkan.
Baca juga : Ngeri! Kematian Akibat Terkonfirmasi Covid-19 di Subang Capai 208 Orang
"Kondisi saat ini sudah memprihatinkan. Rumah sakit penuh, warga yang antri masuk rumah sakit sudah stres. Dan tak bisa dipungkiri cepat meninggal karena penanganan telat saking kurangnya tenaga medis atau alat untuk tangani pasien. Ini harus diatasi," ujar dr. Dian.
Saat ini, menurut dr. Dian, Dinas Kesehatan DKI bisa membangun rumah sakit darurat di beberapa GOR yang ada di Jakarta. Atau kalau perlu bikin tenda darurat di Monas khusus tangani pasien covid. Dan juga secepatnya menambah tenaga kesehatan melalui perekrutan, dan digaji sesuai standar yang berlaku atau minimum sama dengan UMP DKI ditambah tunjangan lain.
"Hal ini sangat penting karena saat ini daftar tunggu atau waiting list masuk rumah sakit saja sudah membludak. Jangan sampai pasien terpapar stres karena belum bisa masuk rumah sakit. Banyak warga merasa di oper-oper dari satu puskesmas ke puskesmas atau rumah sakit lain karena penuh dan tidak melayani gejala ringan" paparnya.
Baca juga : Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pusat Mengecek Cirebon
Artinya, saran dr. Dian, petugas Dinas Kesehatan DKI Jakarta harus mampu menjadi top leader di tengah masyarakat yang terpapar. Sehingga kehadiran mereka mampu menaikkan imun warga. Dan bila demikian, untuk dirawat ke rumah sakit pun bisa diurungkan karena sudah sembuh saat isolasi mandiri (isoma) di rumah.
"Saya optimis, bila trik, tips, dan pre hospital ini bisa diterapkan aparat Dinas Kesehatan DKI Jakarta, penanganan Covid-19 Jakarta bisa teratasi dengan baik. Artinya, pasien sembuh dan tak perlu dirawat di rumah sakit. Karena warga di RT/RW sudah dibekali pemahaman menangani Covid-19," imbuh dr. Dian. (ULI)