Kombes Hengki Luruskan Data Soal Zona Covid-19 di Rawasari

Selasa, 22 Juni 2021, 21:03 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Terkait data jumlah kasus positif Covid-19, fakta berbeda kembali ditemukan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Hengki Haryadi di wilayah Cempaka Putih. Setelah melakukan kunjungan ke Posko Vaksinasi di Mapolsek Cempaka Putih, Kapolres menilai, data dan fakta di lapangan terkait zona merah di wilayah Rawasari sangat berbeda dengan lokasi lain.

Kombes Hengki menegaskan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta bahwa di Kelurahan Rawasari itu adalah zona merah. "Setelah kita dalami, ternyata ini banyak ada di tower Apartemen Green Pramuka yang notabene penghuninya adalah comutter. Artinya, tidak tinggal tetap di sana. Artinya, dia hanya ngetes (swab, red) mungkin besok sudah tinggal di mana lagi (di wilayah lain, red)," tegasnya kepada wartawan, Selasa (22/06/2021).

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, dari hasil diskusi bersama Aspem Pemkot Jakpus, RT itu setidaknya terdiri dari 80 sampai 160 Kepala Keluarga (KK). "Ternyata faktanya ini tidak bisa dibandingkan dengan aple to aple dengan RT yang lain," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang ada, jika di satu RT dengan jumlah penduduk 80-160 KK tidak ada yang positif itu masuk zona hijau, jika ada 1 sampai 2 orang positif covid-19 masuk zona kuning, 3 sampai 5 orang masuk zona oren, dan di atas 5 orang masuk zona merah. "Yang terjadi di sini, RT 13 itu ada 8 warga yang positif. Tapi ingat, RT ini bukan 80-160 KK, isinya itu kurang lebih ada 7.000 KK. Dan ini terpisah satu sama lain, jauh antartower," jelasnya.

Baca juga : 71 THL Baru Diperbantukan Menangani Covid-19 di RSUD Ciereng

Kemudian di RT 14 Apartemen Green Pramuka City ada 5 kasus Covid-19. Ini, sambungnya, ada 2 tower yang isinya 2.000 KK. Setelah diverifikasi, dari 8 ini, satu orang sudah tidak tinggal di sana lagi. Sisanya juga tidak di sana, tapi dirujuk rawat di Wisma Atlet dan RS Omni Pulomas.

"Itupun belum tentu penduduk tetap di situ. Kemudian dua minggu lalu pernah diverifikasi bahwa Rawasari itu zona merah. Setelah kita cek, orangnya itu bukan orang situ semua," katanya.

Kapolres memastikan, data yang ada di lapangan tidak sama dengan data milik Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Hengki mengatakan, data di lapangan hasil verifikasi TNI dan Polri justru jumlahnya lebih kecil dibanding dengan data yang diperoleh berdasarkan website corona.jakarta.go.id.

Baca juga : Ngeri! Kematian Akibat Terkonfirmasi Covid-19 di Subang Capai 208 Orang

"Ada temuan di kami bahwa angka masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Jakarta Pusat dengan di corona.jakarta.go.id dengan data riil di lapangan. Artinya, data lapangan jauh lebih kecil, jadi bukan lebih besar," ucap Hengki.

Oleh karena itu, menurutnya, pentingnya verifikasi data lapangan yang mendasari dibangunnya posko bersama tiga pilar di Monas. "Jadi, kuncinya ini adalah commutter bukan tinggal tetap, hanya numpang tes PCR tapi disebut sebagai zona merah. Dinsini setelah kita hitung, di tower RT 14 adalah zona oren. Sementara di RT 13 memang zona merah. Tetapi ingat, ini bukan 80-160 KK, tapi 7.000 KK. Dianalogikan, kan unit (apartemen) nih," tambahnya.

"Ini hasil temuan lapangan dengan tiga pilar yakni Kapolres, Pak Camat, Pak Lurah, Pak Danramil, dan Pak Kapolsek, ini fakta yang terjadi di lapangan. Ini tidak bisa aple to aple," imbuhnya.

Kapolsek Cempaka Putih Kompol Gunarto juga membenarkan terkait temuan fakta data covid-19 di lapangan yang berbeda. Dari hasil pendataan verifikasi, saat ini pihaknya hanya menemukan dua orang warg penghuni Apartemen GPC yang terkonfirmasi positif. Itupun mereka sudah berada di Rumah Sakit.

Baca juga : Wakapolda Brigjen Hendro Pandowo Beri Semangat Pada Pasien Covid-19 di Tangerang

"Dua orang ini ada di RS Colombus saat ini. Sisanya orang luar semua, di Sulawesi. Tidak ada di sini," tambahnya.

Saat dikonfirmasi, Lurah Rawasari M. Arief Biki menyatakan, kondisi di RT 13/9, Kelurahan Rawasari terdiri dari lanud house berupa komplek perhubungan udara Blok A dan D, ada juga kawasan Apartemen Green Pramuka terdiri dari 7 tower.

"Satu tower itu kurang lebih 1.000 hunian, sehingga kasus terjadi pencacatan ini sangat besar karena digabung satu kawasan itu. Kami bersama tiga pilar melakukan penyesuaian pencatatan, kami mempersamakan satu RT itu dengan satu tower itu sama dengan satu RT," katanya.

Lurah berharap, apabila kasus sifatnya masif, maka dapat dikendalikan secara mikro seperti itu. Pihaknya juga bekerjasl sama dengan tiga pilar dan puskesmas melakukan sentra vaksin bagi warga dan penghuni maupun tenant. "Kami sudah membentuk sentra vaksin tingkat Keluarahan Rawasari di mall green pramuka square. Jadi, memudahkan masyarakat dan penghuni yang belum ikut vaksin," tutupnya. (RKY)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal