LampuHijau.co.id - Pemprov DKI Jakarta masih terus berupaya mengendalikan pandemi COVID-19. Seiring dengan menerapkan 3T, vaksinasi COVID-19 juga digalakkan pada sejumlah kelompok prioritas.
Kendati demikian, masih dibutuhkan peran serta masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Mengingat, vaksinasi COVID-19 saat ini hanya mengurangi dampak keterpaparan, masih terdapat kemungkinan tertular dan menularkan virus COVID-19 jika longgar terhadap protokol kesehatan dalam keseharian.
Hal ini terlihat dari kasus positif yang masih fluktuatif dan kini mengalami kenaikan. Butuh kerja bersama untuk memutus rantai penularan ini.
Baca juga : Terus Kendalikan Covid-19, Pemprov DKI Imbau Masyarakat Tetap Patuhi Prokes
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 21.269 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 14.462 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 3.221 positif dan 11.241 negatif.
Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 4.440 orang dites, dengan hasil 597 positif dan 3.843 negatif.
"Target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu. Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 112.455 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 399.202 per sejuta penduduk," terangnya, Selasa (22/6/2021).
Baca juga : Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19, Tiga Pilar Cempaka Putih Usulkan 8 Tim Vaksinator
Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta naik sejumlah 131 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 32.191 (orang yang masih dirawat/ isolasi). Sedangkan jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini, sebanyak 482.264 kasus.
Lerlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR. Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 442.059 dengan tingkat kesembuhan 91,7%, dan total 8.014 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,7%.
Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 26,6%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,3%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%. Sementara itu, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung.
Baca juga : Terus Cegah Covid-19, DKI Konsisten Gelar Vaksinasi dan Tes PCR
Adapun jumlah sasaran vaksinasi total Provinsi DKI Jakarta sebanyak 8.815.157 orang. Untuk Vaksinasi Program, total dosis 1 saat ini sebanyak 3.513.012 orang (39,9%), dengan jumlah yang divaksin dosis 1 hari ini sebanyak 113.167 orang. Sedangkan total dosis 2 kini mencapai 1.891.658 orang (21,5%), dengan jumlah yang divaksin dosis 2 hari ini sebanyak 4.403 orang.
Lebih lanjut, capaian vaksinasi untuk warga usia 18-59 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan kepada 2.917.358 orang (36,9%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 1.356.385 orang (17,2%). Sedangkan pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan kepada 595.654 orang (65,3%) dan vaksinasi dosis 2 mencakup 535.273 orang (58,7%). Sementara vaksinasi gotong royong, untuk dosis 1 telah diberikan kepada 53.398 orang dan dosis 2 sebanyak 11.736 orang.
Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU dalam penanganan COVID-19. Berdasarkan data terakhir hingga 20 Juni 2021, terdapat peningkatan kapasitas dan keterisian tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU. Untuk tempat tidur isolasi sejumlah 9.028, persentase keterisiannya sebesar 90% dengan total pasien isolasi sebanyak 8.103 orang. Sedangkan untuk tempat tidur ICU sejumlah 1.189, persentase keterisiannya sebesar 81% dengan total pasien ICU sebanyak 961 orang. (ULI)