Perang Lawan Narkoba, Media Harus Jadi Corong Bangun Kesadaran Masyarakat

Selasa, 22 Juni 2021, 19:50 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Peredaran narkoba di Indonesia sudah banyak menimbulkan penderitaan, kerugian hingga kematian. Sehingga untuk memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba, media harus bisa menjadi corong untuk membangun kesadaran seluruh kalangan masyarakat.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Kota Jakarta Selatan, Dik Dik Kusnadi dalam acara Workshop Penguatan Kapasitas kepada Insan Media untuk mendukung Kota Tanggap Bencana Narkoba di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (22/6/2021).

Dik Dik Kusnadi menjelaskan, peran media sangat penting menjadi corong BNN dalam upaya membangun kesadaran seluruh kalangan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.

"Saya garis bawahi kata sadar, karena masalah narkoba ini karena rendahnya tingkat kesadaran masyarakat. Maka mari kita bangun kesadarannya. Sadar tentang apa, sadar Narkoba sampai saat ini sudah terlalu banyak menimbulkan penderitaan, kerugian dan kematian," kata Dik Dik.

Baca juga : DPR Sebut Kampung Tangguh Narkoba Ide Cerdas Kapolri Sebagai Pertahanan Peredaran Gelap Narkoba

Dikatakannya, penyalahgunaan narkoba tak ubahnya menuju proses percepatan menuju tiga tempat. Tempat tersebut yakni, rumah sakit jiwa, penjara dan kuburan. Pilihan tiga tempat ini, pengguna narkoba akan menjadi gila, dipenjara atau mati karena narkoba.

“Ketika kita sadar akan bahaya narkoba, maka ada kepedulian kita untuk melakukan upaya dan proteksi bagaimana agar keluarga, lingkungan dan bangsa kita selamat,” kata dia.

Dik Dik pun memberikan analogi kesadaran untuk memerangi narkoba seperti terjadi peristiwa kebakaran. Menangani narkoba, kata dia, harus dengan semangat dan tidak ada yang duduk manis.

“Ketika ada kebakaran semua bergerak maksimal dengan sesuai potensi, caranya masing-masing, tapi tujuannya sama bagaimana supaya apinya itu bisa mati,” jelasnya.

Baca juga : Taman Arimbi Jadi Tempat Bahagiakan Masyarakat di saat Pandemi Covid-19

“Artinya kalau diam maka apinya akan besar. Begitu juga penanganan narkoba jangan diam, jika diam akan bahaya,” terangnya. Dik Dik menerangkan narkoba sudah banyak menghancurkan generasi bangsa.

Narkoba saat ini, kata dia, masuk kategori froksi word seperti perang yang tidak kelihatan dan perang tidak memakai senjata maupun pesawat, tetapi mengancurkan.

“Maka mari kita sama-sama kita bangun kesadaran dan kepedulian ini. Hari Narkotika Internasional (HANI) ini momentum khususnya bagi seluruh warga Jakarta Selatan untuk memerangi narkoba,” pintanya.

Dik Dik pun meminta insane media untuk menjadi corong dalam memerangi narkoba. Media juga, kata dia, jangan diam jika melihat ada proses penegakan hukum dan indikasi orientasi transaksional terkait kasus narkoba.

Baca juga : Ungkap Lima Kasus Narkotika, Polres Subang Menyelamatkan 1.700 Warga

“Terpenting bagaimana pada akhirnya kita bisa membangun kesadaran bagi orang agar jangan menggunakan narkoba,” katanya. (RBN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal