LampuHijau.co.id - Beberapa minggu belakangan ini jagat maya riuh dengan keberadaan jalur khusus sepeda road bike. Yang kemudian dikomentari Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni pada rapat dengar pendapat dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dalam rapat itu, Sahroni meminta agar Kapolri membongkar jalur sepeda di sepanjang jalur MH. Thamrin hingga Sudirman. Menurutnya, jalur sepeda ini menimbulkan isu diskriminasi.
Baca juga : Azis Syamsuddin: Sepakat Perkuat Kejaksaan, DPR RI Tinggal Tunggu Surpres Saja
Pernyataan ini, menurut Agung Nugroho, aktivis sepeda Goweser Anak Jakarta (GAJ), bukan sebuah solusi bijak dari polemik yang muncul. Keberadaan jalur sepeda terproteksi di Jakarta, selain mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas, juga mengurangi tingkat polusi udara Ibu Kota.
“Di beberapa negara maju seperti Belanda, keberadaan jalur sepeda terproteksi jadi hal biasa. Atau tetangga dekat, Thailand, sudah lebih dahulu memiliki jalur sepeda yang aman buat pengendaranya," tambah Agung di Jakarta, Kamis (17/6/2021).
Baca juga : Polda Lakukan Penyeragaman Masker Anggota di Mapolda Metro Jaya
Lebih lanjut Agung menambahkan, sebaiknya Sahroni urus isu pelanggaran HAM di Papua atau KPK yang sedang di obok-obok ketimbang urus jalur sepeda Jakarta. “Kami mendukung penuh langkah gubernur Anies Baswedan memfasilitasi warga Jakarta dengan jalur sepeda permanen. Jalan Ibu Kota bukan cuma milik pengendara kendaraan bermotor saja, juga milik pesepeda dan pejalan kaki," jelas Agung.
Ditegaskan pula, GAJ akan terus mendukung kebijakan pembangunan hijau dan berkelanjutan dari Pemprov DKI Jakarta. Dan jalur sepeda terproteksi ini salah satu kebijakan yang pro lingkungan hidup.
Baca juga : Taat Aturan, Ariza Mundur dari Anggota DPR RI untuk Maju Cawagub DKI
"Infrastruktur jalur sepeda merupakan keharusan buat Jakarta sebagai kota layak huni," tutupnya. (ULI)