Dokumen Sedang Dikumpulkan, Amir: Ketua DPRD DKI Dukung Usulan Ali Sadikin Jadi Pahlawan Nasional

Rabu, 9 Juni 2021, 14:30 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menerima berkas pengajuan gelar pahlawan nasional kepada mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Dokumen atau berkas persyaratan itu diberikan langsung Amir Hamzah, Pengamat Kebijakan Publik di Jakarta, Rabu (9/6/2021).

"Ketua DPRD DKI sangat mendukung usulan Ali Sadikin mendapat gelar Pahlawan Nasional. Dan sekarang berkasnya sedang kami lengkapi," kata Amir Hamzah kepada lampuhijau.co.id.

Seperti diketahui, Ali Sadikin layak dianugrahi gelar pahlawan nasional. Sebab, jasa Bang Ali, sapaan akrab Ali Sadikin, bukan hanya dinikmati masyarakat Jakarta, akan tetapi juga bangsa Indonesia secara keseluruhan. Amir menyebut, pemikiran Ali Sadikin saat menjadi Gubernur DKI Jakarta selama dua periode 1966-1977 sangat cemerlang, sehingga menghasilkan kemajuan yang signifikan bagi Kota Jakarta.

"Wajar kalau negara memberi gelar Pahlawan Nasional kepada Ali Sadikin berkat jasa-jasanya. Beliau punya pemikiran dan konsep dalam tata kelola pemerintahan," kata Amir.

Baca juga : Ratusan Tenaga Kesehatan Wafat, Ketua DPD RI : Jangan Sia-siakan Pengorbanan Mereka

"Seperti Bappeda, badan perencana pembangunan daerah yang di adopsi pemerintah pusat, bahkan hingga saat ini masih dipakai dalam salah satu sistem pemerintahan kita. Selain itu, pembentukan TMII, gagasan lahirnya lokasi wisata itu dari beliau dan sekarang sudah nasional," sambungnya.

Menurut Amir, pihaknya saat ini sudah mulai melakukan mengumpulkan berbagai macam naskah administrasi untuk memenuhi persyaratan mendapatkan gelar pahlawan nasional.

Amir menyebut, sebelumnya pada tahun 2010 Pemda Jawa Barat sudah pernah mengusulkan. Sama halnya Pemprov DKI Jakarta pada tahun 2016 masa pejabat gubernur Djarot Syaifullah Hidayat juga mengusulkan. Namun akibat persyaratan administrasi tidak lengkap maka gelar pahlawan nasional tidak dapat diberikan.

"Sebelumnya sudah dua provinsi mengusulkan, Jawa Barat sebagai tempat lahir dan DKI Jakarta sebagai tempat tinggal mengabdikan hidupnya dalam pemprov DKI. Namun karena belum terpenuhi persyaratan administrasi sesuai ketentuan dari Kemensos, gelar pahlawan nasional belum diterima," ujar Amir.

Baca juga : Dibutuhkan Warga, DPRD DKI Dukung Vaksinasi Rabies Hewan

"Banyak dokumen dan memori yang tersimpan tentang Ali Sadikin saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta selama dua periode 1966-1977. Saat ini sedang kami kumpulkan," tambahnya.

"Kami juga akan meminta testimoni kepada mereka yang berkaitan langsung dengan beliau. Seperti dari mantan gubernur Fauzi Bowo. Maupun dari Ibu Mia yang merupakan mantan sekretaris beliau," jelas Amir.

Pelengkap lain, Amir menjelaskan, perlu dilakukan diskusi yang mengambil tema tentang perlunya gelar pahlawan kepada Ali Sadikin. "Ini hanya sekedar melengkapi saja, kita akan menggelar diskusi dengan tema yang berkaitan kepada perlukah gelar pahlawan kepada Ali Sadikin. Nanti akan kita ajak teman aktivis Jakarta untuk mendiskusikan pemberian gelar Pahlawan Nasional krpada Ali Sadikin ini," pungkasnya.

Letnan Jenderal KKO (Purn.) Ali Sadikin, lahir di Sumedang, 7 Juli 1927 – meninggal di Singapura, 20 Mei 2008 pada umur 80 tahun). Ia adalah seorang letnan jenderal KKO-AL (Korps Komando Angkatan Laut) yang ditunjuk oleh Presiden Soekarno menjadi Gubernur Jakarta pada tahun 1966.

Baca juga : Hari Donor Darah Sedunia, Ariza: PMI DKI Jadi Penyedia Plasma Pasien Corona

Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Deputi Kepala Staf Angkatan Laut, Menteri Perhubungan Laut Kabinet Kerja, Menteri Koordinator Kompartemen Maritim/Menteri Perhubungan Laut Kabinet Dwikora. Dan Kabinet Dwikora yang disempurnakan di bawah pimpinan Presiden Soekarno.

Ali Sadikin dilantik secara langsung oleh Presiden Soekarno menjadi Gubernur DKI Jakarta pada Kamis, 28 April 1966 pukul 10.00 di Istana Negara. Pelantikan Ali Sadikin tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 82 Tahun 1966.

Di bawah kepemimpinannya, Jakarta mengalami banyak perubahan karena proyek-proyek pembangunan buah pikiran Bang Ali. Seperti Taman Ismail Marzuki, Kebun Binatang Ragunan, Proyek Senen, Taman Impian Jaya Ancol Kemudian, Taman Ria Monas, Taman Ria Remaja, kota satelit Pluit di Jakarta Utara, pelestarian budaya Betawi di kawasan Condet. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal