LampuHijau.co.id - Sebagai wujud keseriusan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dalam menuntaskan pembangunan Jakarta International Stadium (JIS), semua pekerjaan struktur dikerjakan sesuai jadwal. Kali ini, BUMD Pemprov DKI tersebut mulai mengangkat rangka utama atap. Dan direncanakan pengangkatan rangka atap ini tuntas sebulan ke depan.
"Kemungkinan 5 Juli 2021 sudah duduk atapnya di 'pier head' (penyangga atap)," kata M. Rizki Fauzi Sentosa, Manager Konstruksi JIS, Selasa (8/6/2021).
Dijelaskan, saat ini tim pembangunan JIS tengah melakukan pemeriksaan terhadap aspek kualitas dan keamanan struktur atap stadion. Nantinya, struktur atap akan dihubungkan dengan delapan pilar utama "pier head".
Baca juga : Polres Indramayu Tangkap Empat Pencetak dan Pengedar Uang Palsu
Kemudian diangkat dengan alat bantu untuk mengangkat rangka utama atap. Yakni menggunakan dongkrak hidraulik (hydraulic jack) dengan estimasi uji coba pengangkatan pada 14 Juni 2021.
"Di tanggal 14 Juni 2021 kita bisa melakukan uji pengangkatan atau 'trial lifting' atap," tambahnya.
Jika uji coba pengangkatan berjalan lancar, maka tahap selanjutnya adalah mengangkat atap hingga sejajar dengan "pier head". Selanjutnya pengelasan yang akan menghubungkan struktur atap stadion dengan delapan "pier head".
Baca juga : Diduga Gegara Konslet, Rumah Makan di Sawangan Ludes Dilahap Si Jago Merah
Proses pengelasan tersebut diperkirakan akan memakan waktu 14 hari yang diperkirakan selesai pada 5 Juli 2021. Komposisi rangka atap baja yang terdiri atas rangka utama dan pengisi rangka utama mencapai 3.900 ton, dengan bentang mencapai 267 meter. Struktur atap tersebut nantinya juga akan dilengkapi dengan mekanisme untuk buka tutup atap stadion.
"Kecermatan pengangkatan rangka utama atap menjadi perhatian serius dengan mempertimbangkan sejumlah disiplin ilmu, tak hanya dari sisi konstruksi tapi juga terkait faktor alam atau cuaca," paparnya.
Pemasangan atap ini mempertimbangkan faktor cuaca seperti hujan dan kecepatan angin mengingat ketinggiannya bila diukur dari tanah mencapai 70 meter atau setara gedung 25 lantai. Untuk itu, imbuh Rizky, JIS juga menyiapkan mitigasi apabila terjadi kondisi darurat. Hingga sejumlah kemungkinan terburuk, termasuk menyiapkan tim penyelamatan dan ambulans melalui rangkaian simulasi. (ULI)