Bamsoet Sosialisasikan 4 Pilar MPR RI di Acara Syukuran Ultah VBCI ke-39

Minggu, 6 Juni 2021, 17:47 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Ketua MPR-RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) terus menyosialisasikan 4 Pilar MPR RI dalam kesempatan dan kegiatan apapun. Hal ini yang terlihat dan dilakukan dalam peringatan HUT ke-39 Volkswagen Beetle Club Indonesia  (VBCI).

"Empat Pilar MPR RI tersebut adalah Pancasila sebagai dasar negara, landasan ideologi, falsafah, etika moral serta alat pemersatu bangsa; Undang-Undang Dasar Negara Republik Tahun 1945 sebagai landasan konstitusional, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai konsensus bentuk kedaulatan negara; serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semangat pemersatu dalam kemajemukan bangsa," terang Bamsoet dalam Syukuran HUT ke-39 VBCI, di Komplek Gedung MPR RI, Jakarta, Minggu (6/6/2021).

Lebih lanjut Bamsoet yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat menjelaskan, dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, semangat kebersamaan yang dibangun komunitas klub otomotif adalah manifestasi dari nilai kebangsaan yang telah, sedang, dan akan terus dibangun dan diperjuangkan.

Baca juga : Polda Kalsel Sosialisasikan Program Kapolri ke Seluruh Satuan Kerja

Hal tersebut menurutnya sangat penting, karena ke depan, perkembangan zaman dan kemajuan teknologi akan mengubah paradigma, dinamika, dan kompleksitas berbagai tantangan kebangsaan yang akan dihadapi.

"Persoalan-persoalan kebangsaan tersebut hadir dan mewujud dalam berbagai fenomena. Antara lain dalam bentuk memudarnya identitas dan karakteristik bangsa, tumbuhnya paham radikalisme, dekadensi moral generasi muda bangsa, berkembangnya sikap intoleransi dalam kehidupan beragama serta berbagai bentuk ancaman kebangsaan lainnya, yang menggerus sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menerangkan, memudarnya identitas dan karakteristik bangsa, dapat dirasakan ketika peradaban dan nilai-nilai kearifan lokal kian tergeser oleh gaya hidup hedonis, individualis, egois, dan pragmatis. Sedangkan tradisi dan nilai luhur budaya bangsa dianggap kuno dan membosankan, dan di saat yang sama, nilai-nilai budaya asing diagungkan.

Baca juga : Pemkot Depok Realisasikan Pembangunan Pasar Rakyat di Sawangan

"Tumbuhnya paham radikalisme sebagai konsekuensi dari pemaknaan sempit dan tidak kontekstual terhadap ajaran agama, juga mulai merasuk pada generasi milenial. Dalam perspektif yang lebih luas, tindakan radikal dan teror kepada rakyat, juga dilakukan oleh kelompok kekerasan bersenjata sebagai media separatisme," terang Bamsoet.

Untuk itu, di tengah komunitas pecinta otomotif yang mengedepankan nilai-nilai persaudaraan dan brotherhood, dirinya mengajak semua kalangan untuk merapatkan barisan. "Membangun komitmen bersama dan tidak pernah merasa bosan untuk membangun wawasan kebangsaan dan memperkuat jati diri bangsa," tandasnya.

Sementara dalam acara yang ramaikan oleh ratusan anggota VBCI tersebut turut dihadiri Ketua Umum Volkswagen Indonesia Association (VIA) Komjen Pol. (Purn) Nanan Soekarna, dan Ketua VBCI Ken Eksakti. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal