LampuHijau.co.id - Jakarta akan memasuki usia 494 tahun, dan pada tahun ini juga merupakan kali kedua peringatan HUT Kota Jakarta yang digelar di tengah pandemi.
Secara seremonial, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan membuka dan meresmikan pencanangan HUT Ke-494 Kota Jakarta di Balai Kota Jakarta. Acara ini berlangsung secara hybrid dan disiarkan langsung di kanal media sosial Pemprov DKI Jakarta. Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Ahmad Riza Patria beserta jajaran Pemprov DKI Jakarta turut hadir secara virtual.
Dalam sambutannya, semangat dan optimisme kebangkitan dalam berbagai aspek, ditandai dengan terbentuknya imunitas kolektif melalui vaksinasi dan infeksi, tema Jakarta Bangkit dipilih sebagai tema HUT Kota Jakarta tahun 2021. Anies menjelaskan, bagaimana Jakarta telah melalui setahun melawan pandemi di mana kondisi ini seluruh aspek di Jakarta mengalami kontraksi karena pembatasan interaksi.
“Tahun lalu, kita dalam masa ujian dan tantangan yang relatif baru, karena baru kali ini kita berhadapan dengan wabah, jadi tahun kemarin kita ambil tema tangguh, kita tengok ke belakang bahwa tahun kemarin semua kegiatan landai baik ekonomi, sosial dan budaya, sehingga kalau diilustrasikan kurvanya menurun,” ungkap Anies, Kamis (27/5/2021).
Lebih lanjut Anies juga menjelaskan, bagaimana tema ‘Jakarta Bangkit’ diusung sebagai tema perayaan tahun kedua HUT Kota Jakarta di masa pandemi. Dalam tema itu, terdapat semangat dan optimisme, bahkan Anies berharap kebangkitan Jakarta ini akan lebih baik lagi daripada masa sebelum Jakarta menghadapi pandemi.
“Tahun ini kita bayangkan sebagai tahun mulai bangkit ke depan ditandai dengan mulai bergeliatnya kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya. Jadi, kami bayangkan pada saat kita turun kita bertahan dan tangguh dan sekarang kita saatnya bangkit. Melalui imunitas kolektif lewat vaksinasi dan infeksi, Jakarta akan bangkit dan Jakarta besok akan lebih baik dari sebelum pandemi,” tegas Anies.
Dalam kesempatan pencanangan tema HUT Kota Jakarta inipun, Gubernur Anies juga kembali menegaskan komitmen yang telah dijalankan Pemprov DKI yang menempatkan Jakarta sebagai Kota Kolaborasi, di mana warganya turut terlibat aktif dalam pembangunan kota. “Pemprov DKI memilih untuk melihat pembangunan Jakarta sebagai kesempatan bagi semua untuk berkiprah. Jadi, tidak dimonopoli Pemerintah, tapi kita ajak semua terlibat.
Mengapa? Karena, tidak ada kota di Indonesia yang memiliki sumber daya sebanyak Jakarta, baik NGO, pelaku usaha, pengamat, analis, konten kreator, dan lembaga internasional,” paparnya.
Baca juga : Masyarakat Diimbau Patuhi Prokes saat Berwisata di Pantai Pondok Bali Subang
"Kami memang tentukan arah pembangunannya, tapi kami ajak semua terlibat. Ini mindset baru di DKI Jakarta, tapi ini bukan baru bagi Indonesia, karena bangsa ini dibangun dengan semangat gotong royong,” lanjutnya.
Guna memeriahkan HUT ke-494 Kota Jakarta, logo yang dipilih memiliki filosofi yang menggambarkan harapan dan mimpi masyarakat Jakarta untuk bangkit. Selain itu, ada elemen identitas Plus Jakarta yang menunjukkan Jakarta sebagai Kota Kolaborasi. Untuk diketahui, rangkaian kegiatan HUT ke-494 Kota Jakarta tetap dilaksanakan sesuai protokol kesehatan.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan rangkaian acara yang diadakan secara virtual. Hal ini dilakukan agar tetap bisa dinikmati oleh masyarakat umum dari rumah masing-masing. Rangkaian acara HUT ke-494 Kota Jakarta sudah dimulai sejak April 2021 dalam sebuah rangkaian kegiatan bertajuk 'Berkah Energi Ramadan'.
Selain itu, sedang berjalan juga 'Jakpreneur Fest' bertajuk Mendekatkan dengan Kesempatan untuk membantu UMKM naik kelas, terpromosi, dan terhubung sebagai upaya membangkitkan perekonomian kota. Kemudian, akan diadakan pula 'Jakarta Investment' yang bertujuan memperbaiki keadaan fiskal Jakarta melalui skema investasi dan membangun Jakarta dengan kolaborasi.
Baca juga : ASN Diminta Jadi Pelopor Cinta Produk Indonesia untuk Bantu Pelaku UMKM
Dari sisi transportasi, akan dilaksanakan Penataan Stasiun Tahap II, Fasilitasi Integrasi CSW, dan Desain Proteksi Jalur Sepeda. (ULI)