Polda Metro Jaya Bongkar Prostitusi Online Anak di Bawah Umur, Dua Mucikari jadi Tersangka

Senin, 24 Mei 2021, 12:13 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya, membongkar kasus prostitusi online anak di bawah umur di dua hotel di kawasan Jakarta Barat. Kabid Humas Polda Metro Jaya,

Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, ada dua mucikari yang ditetapkan sebagai tersangka. "Ada dua tersangka inisial AD (27) dan AP (24)," kata Yusri, Senin (24/5).

Berita Terkait : Polda Metro Jaya Terima Bantuan untuk Program Vaksinasi Merdeka

Dijelaskan Yusri, pada saat pengungkapan tindak pidana prosyitusi online terhadap anak di bawah umur itu, penyidik mengamankan 75 orang, 18 diantaranya anak di bawah umur, terdiri dari mucikari, korban perempuan yang membuka jasa open booking out (BO), tamu dan karyawan di dua hotel itu. "Tujuh orang korban telah dititipkan ke rumah aman P2TP2A dan enam orang di Panti Handayani," jelasnya.

Lebih jauh Yusri menuturkan, modus operandi terhadap anak di bawah umur ini adalah, tersangka mucikari dengan korban awalnya berkenalan melalui media sosial. Selanjutnya, korban dan pelaku bertemu di tempat tongkrongan atau rumah makan.

Berita Terkait : Wakapolda Metro Jaya Resmi Buka Pendidikan Pembentukan 762 Bintara Polri

Kemudian, pelaku menjadikan korban sebagai pacar dan mengajaknya menginap di hotel selama beberapa hari. Selama menginap di hotel, pelaku mengajak korban untuk hubungan badan layaknya suami-istri dan pelaku membuat akun aplikasi Michat dan menawarkan korban kepada pria hidung belang.

"Tarifnya antara Rp 300.000 hingga Rp 500.000. Uang hasil prostitusi online digunakan untuk membayar sewa kamar hotel, dan kebutuhan sehari-hari. Selain membayar sewa hotel, korban juga memberikan komisi kepada tersangka (muncikari atau joki) sebesar Rp 50.000 hingga Rp 100.000," tuturnya.

Berita Terkait : Diduga Langgar PPKM, Satu Orang di Sawangan Golf Jadi Tersangka

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 88 juncto Pasal 76 Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, terkait ekspolitasi secara ekonomi dan atau seksual, dengan ancaman pidana 10 tahun dan denda Rp 200 juta.

Serta Pasal 27 ayat 1 juncto Pasal 45 Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE, ancaman hukumannya 6 tahun dan denda Rp 1 miliar. Selain itu, dijerat Pasal 296 KUHP tentang memudahkan perbuatan cabul dan Pasal 506 terkait menarik keuntungan dari perbuatan cabul, ancaman hukumannya 1 tahun penjara.(FrK)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal