LampuHijau.co.id - Pemerintah Kota Jakarta Pusat akan melibatkan Kampung Tangguh sebagai pengawas dan pemantauan warga masyarakat, di tengah larangan mudik lebaran yang diterapkan oleh Pemerintah.
Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma mengatakan, peran Kampung Tangguh dinilai sangat efektif untuk memantau pengawasan, karena bersinergi secara langsung di tingkat RT dan RW. "Pemantauan RT/RW juga akan dikaitkan dengan kampung tanggung jaya. Itu yang kita sinergikan RT RW. Itu kita aplikasikan ke warga, setiap ada warga pendatang baru, 1×24 jam harus lapor," kata Dhany Sukma, Rabu (05/05/2021).
Baca juga : Ditandai Pemberian Ulos, Dukungan ke IRW di Munas AAI Bertambah
Nantinya setiap RT maupun RW akan memantau adanya pendatang baru di lingkungan tempat tinggal, sehingga pendatang baru akan diinput dalam aplikasi data warga yang dibangun oleh dinas kependudukan catatan sipil. Sejauh ini, Dhany menyebut, belum mengetahui adakah warga Jakarta Pusat yang nekat untuk mudik di saat pelarangan mudik oleh pemerintah yang berlaku mulai besok itu. Saat ini pihaknya masih melakukan pemantauan.
"Makanya kegiatan hari ini untuk memantau yang mudik atau yang datang," katanya.
Sedangkan terkait SIKM, Dhany menyebut, pihaknya siap melaksanakan itu, meskipun keberadaan SIKM bukan sebagai bentuk melenggalkan orang untuk berpergian, sebab dalam SIKM itu ada aturan dan kategori penerimaan. "Kini bukan melegalkan orang untuk berpergian tetapi ketika ada keperluan yang mendesak," katanya.
Dhany mencontohkan, seperti halnya ASN yang harus mendapatkan persetujuan dari atasannya minimal eselon II, kemudian yang swasta harus ada izin direktur di perusahaannya. Kemudian bagi yang sektor informal, bisa dari lurah dan kepala desanya.
Baca juga : Besok, IKM Jakpus Bagikan Takjil Gratis Lagi di Johar Baru
Pendaftaran pun sifatnya online melalui aplikasi Jakevo. Saat ini proses itu sudah mulai dilakukan, dan nanti akan dilakukan verifikasi lebih lanjut. (RKY)