LampuHijau.co.id - Pegawai negeri sipil (PNS) di lantai lima kantor Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan berlarian untuk mencari jalan keluar dari gedung.
Lantai yang di dalamnya berisi pegawai dari Satuan Polisi Pamong Praja itu menggunakan akses tangga darurat untuk evakuasi. Mereka menerima kabar dan informasi tersebut melalui pengeras suara gedung, jika lantai tempat mereka bekerja dilalap si jago merah.
Petugas damkar yang sudah dihubungi sigap mengevakuasi pegawai yang tidak sempat menyelamatkan diri. Peristiwa tersebut merupakan rangkaian simulasi penanggulangan bencana kebakaran.
Baca juga : Kongkalikong Wali Kota Tanjungbalai dengan Petugas KPK
Plt Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Isnawa Adji menjelaskan, sesuai instruksi Sekda DKI Jakarta, seluruh wilayah kota menggelar kesiapsiagaan bencana dilingkungan kerja masing-masing. "Sesuai instruksi Sekda DKI, semua wilayah kota termasuk Jakarta Selatan menggelar gladi penanggulangan bencana.
Fokusnya simulasi kebakaran di kantor Walikota. Jadi manusianya, peralatannya, metodenya, meterial nya semua harus siap," ungkap Isnawa, Senin (26/4/2021).
Mereka yang terlibat dalam kegiatan di antaranya petugas Damkar, PMI Jakarta Selatan, Sudin Kesehatan, Puskesmas, dan tim Bagian Umum Setko Jakarta Selatan.
"Evakuasi memang dilakukan manual tidak menggunakan lift, karena setiap kejadian kebakaran kita harus memfungsikan semua sarpras penanggulangan bencana," katanya.
Ia juga mengapresiasi response time semua petugas yang terlibat dengan memaksimalkan peralatan yang ada. "Simulasi telah beerjalan dengan baik sekali, respon time cepat kemudian. Jadi, ini bagian dari latihan juga, kalau sewaktu-waktu terjadi bencana kita sudah siap.
Di gedung ini, semua sarpras harus berfungsi. Baik itu APAR , tangga darurat, lampu diesel dll. Kita tidak tahu bencana apa yang terjadi, mau itu gempa, kebakaran termasuk banjir," tandasnya. (RBN)