LampuHijau.co.id - Anggota DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, S Andyka mendapatkan kritikan pedas. Adalah Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul yang menilai pernyataan Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, S.Andyka agar mencopot lurah setempat karena melakukan pembongkaran bangunan, WC Umum dan Mushola di Jalan Bidara RT 09 RW 05 Kel. Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara merupakan kekeliruan. Sebab, pembongkaran bangunan tersebut, sudah mengikuti aturan.
"Warga setempat protes minta dibongkar WC Umum dan mushola yang dianggap melanggar aturan. Kok anggota DPRD DKI malah mengecam lurah. Mungkin bung Andyka mau jadi penjaga toilet yah," ucap Adib penuh tanya, Kamis(22/04)
Baca juga : Polda Metro - Komunitas Sepeda Jakarta Sepakat Permanenkan Jalur Sepeda
Menurut Adib, wajar apabila warga RW 05 Pejagalan marah dan menolak pembangunan WC Umum dan mushola. Sebab, orang luar yang notabenenya bukan warga setempat ujug-ujug mau dirikan bangunan. "Contoh seperti ini, kita punya rumah, tiba-tiba rumah kita diacak-acak orang lain, pastinya kita marah," paparnya.
Karena itu, kata Adib, tidak pantas seorang anggota dewan mengecam lurah yang sudah menegakan peraturan daerah. "Ini tentu mencoreng nama Prabowo Subianto selaku Ketum Gerindra dan Ariza Patria selaku Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta. Bayangkan ada anggota dewan, ingin membela aspirasi, tapi ditempat salah. WC Umum dan musola langgar aturan kok dibela,"tandasnya.
Baca juga : Meninggal Tertabrak Truk, Munir: Anggota FKDM Kelapa Gading Dapat Santunan Rp314 Juta
Sebelumnya dari informasi warga RW 05, pengajuan mendirikan WC Umum dan Mushola di jalur hijau ke pemda setempat, merupakan ide salah satu LSM. Dimana dalam surat pengajuan itu, berdalih untuk memperkaryakan warga. Tak tergiur dengan iming-iming itu, warga RW 05 pun menolak pembangunan itu.
Namun, LSM itu mengabaikan aspirasi warga dan tetap membangun WC umum dan musola di jalur hijau. Hingga berujung pelaporan dan pembongkaran. Sehingga, Lurah Pejagalan pun dituding arogan membongkar tempat ibadah dan WC Umum dipinggir Jalan. Tak sampai disitu, laporan itu sampai ke Kebon Sirih dan membuat murka Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, S.Andyka. Tapi sayang, murkanya S.Andyka salah tempat.(DRI)