Mortir Aktif Ditemukan di Pulau Untung Jawa, Untung Nggak Meledak

Minggu, 5 Mei 2019, 17:56 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Petugas tata air Kepulauan Seribu bernama Suhendar (39) menemukan sebuah benda yang diduga mortir aktif. Benda tersebut ditemukan di area lapangan voli RT 02/03 Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta.

"Suhendar menemukan benda tersebut saat menggali pasir lubang untuk pipa saluran air. Saksi menemukan benda yang diduga mirip bom atau mortir, dan saksi langsung melaporkan kejadian tersebut ke anggota kami," ujar Kapolsek Kepulauan Seribu Selatan AKP Bambang Budi Hastono, di dermaga Marina Taman Impian Jaya Ancol, Minggu (5/5/2019).

Baca juga : Wali Kota Jaktim: Pembagian Kerja Petugas PJPL Tak Jelas

Menurut Bambang, mortir tersebut merupakan benda peninggalan zaman kolonial Belanda ataupun Jepang saat sebelum era kemerdekaan Indonesia. Namun, hal itu belum dapat dipastikan karena di badan mortir tidak ada keterangan lebih lanjut.

"Berat mortir diperkirakan mencapai 800 kilogram dan masih aktif. Kemungkinan saat dijatuhkan dari pesawat itu tidak meledak, hanya terkena pasir dan jatuhnya tidak tepat. Butuh setidaknya 10 orang mengangkut mortir tersebut," katanya.

Baca juga : Kembangkan Wisata Jakarta, Ibu Dharma Wanita PT Jaktour Promosikan Batik Marunda

Bambang mengatakan, mortir tersebut selanjutnya dievakuasi ke Markas Gegana untuk diteliti lebih lanjut.

Sebagaimana diketahui, wilayah Kepulauan Seribu yang berada di perairan sisi Utara dari DKI Jakarta atau Kota Batavia merupakan salah satu daerah pertempuran jaman Hindia Belanda. Hal itu dibuktikan dengan keberadaan Benteng Martello yang masih berdiri tegak di Resort Bidadari Island, yang saat ini dikelola oleh PT Pembangunan Jaya Ancol.

Baca juga : Ajakan Nikah Ditolak Pacar, Cowok Riau Terjun Bebas dari PGC

Pada zaman penjajahan Belanda, tepatnya masa-masa VOC atau Perusahaan Hindia Timur Belanda, Pulau Bidadari dijadikan sebagai tempat penampungan bagi orang sakit. VOC pada abad ke-17 membangun sarana dan prasarana rumah sakit sebagai penunjang menyembuhkan para penderita yang terjangkit, sehingga sebelum bernama Pulau Bidadari pulau ini bernama Pulau Sakit.

Seperti layaknya pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu, Pulau Bidadari juga mempunyai nama Belanda yakni Pulau Purmerend. Pulau Bidadari bersama dengan tiga pulau lainnya yakni Onrust, Cipir, dan Kelor menjadi saksi sejarah penting di mana keempat pulau ini menjadi tempat pertahanan, penyimpanan rempah-rempah sebelum dikirim ke Belanda. (Sep)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal