Bersikap Jutek ke Pelanggan, Customer Service Indihome Akhirnya Dipecat

Kamis, 15 April 2021, 21:40 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Sikap jutek dan perilaku tidak menyenangkan yang ditunjukkan oleh seorang customer service Indihome, bernama Aditya Dwi Cahyo terhadap pelanggan ditindaklanjuti oleh Telkom Witel Jakarta Selatan.

Pihak perusahaan pun mengambil langkah tegas dengan menerbitkan surat peringatan sekaligus pemecatan terhadap Aditya Dwi Cahyo. Tindakan pemecatan tersebut disampaikan oleh Ahmad Jazim selaku Asisten Manajer Customer Care Telkom Witel Jakarta Selatan.

PT Infomedia Nusantara selaku perusahaan tempat Aditya Dwi Cahyo bernaung, kata dia, telah menerbitkan Surat Peringatan Ketiga (SP-3) Nomor 044/INF/AREA2/SP/04/2021 ter tanggal 15 April 2021. Dalam surat tersebut, pihak PT Infomedia Nusantara menyatakan pemecatan terhadap Aditya Dwi Cahyo selaku karyawan kontrak di Layanan SVM MyIndiHome terhitung sejak tanggal 15 April 2021.

Langkah pemecatan tersebut, karena Aditya Dwi Cahyo dianggap melakukan tindakan pelanggaran berat terkait aturan dan tata tertib kerja di perusahaan.

Jenis pelanggaran yang dilakukan oleh Aditya Dwi Cahyo adalah etika berkomunikasi yang buruk terhadap pelanggan, sehingga mendapatkan komplain dari pelanggan.

Surat tersebut ditandatangani oleh Aditya Dwi Cahyo, Aruman Jaya Kusuma selaku TL SVM MyIndiHome, Novriansyah Pratama selaku Koordinator Support Divisi Telkom dan Syahrullah selaku Manager Telco 1 Segment 1.

Berita Terkait : Dijutekin Customer Service, Konsumen Indihome Batal Sampaikan Keluhan

Penerbitan surat pemecatan Aditya Dwi Cahyo diungkapkan Ahmad Jazim sebagai bentuk komitmen pihaknya dalam menjaga layanan prima terhadap pelanggan.

Keluhan yang sebelumnya disampaikan oleh Penanggung Jawab Dapur Jurnalis Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Robin Tarigan itu pun dinilainya sebagai masukan yang membangun bagi perusahaan.

"Ini sangat berarti buat kami untuk perbaikan di internal SDM (sumber daya manusia) kami," ungkap Ahmad Jazim dihubungi pada Kamis (15/4/2021).

Surat pemecatan tersebut pun dibuktikannya menjadi komitmen perusahaan untuk mendisiplinkan seluruh karyawan. Terlebih, karyawan di unit customer service yang berhubungan langsung dengan para pelanggan.

"Ini sebagai komitmen kami apabila ada CS (customer service) yang tidak menjaga atitude (sikap) kepada pelanggan, maka kami akan memberikan tindakan berjenjang," ungkap Ahmad Jazim.

"Sekali lagi kami sangat berterima kasih atas improve serta saran yang disampaikan, sehingga dapat menjadikan pembelajaran serta perbaikan bagi CS kami," tambahnya.

Berita Terkait : Komplain Internet Lemot, Konsumen Indihome Malah Dijutekin Costumer Service

Sementara itu, Robin Tarigan menyampaikan apresiasi atas tindakan tegas pihak Telkom Witel Jakarta Selatan terkait pelayanan buruk salah satu karyawannya.

Diharapkannya, kebijakan tersebut dapat meningkatkan layanan Indihome, khususnya dalam mengatasi beragam keluhan yang dialami pelanggan.

"Saya sebenarnya menyesalkan adanya kabar pemecatan itu, tapi untuk perbaikan layanan itu harus dilakukan. Saya berharap ke depannya Indihome atau Telkom dapat lebih baik dalam melayani keluhan dari pelanggan," ungkap Robin Tarigan.

Hanya saja, dirinya masih mempertanyakan terkait fluktuasi besaran tagihan indihome di Dapur Jurnalis setiap bulan.

"Sampai sekarang saya belum dapat kejelasan soal tagihan ini, kenapa bisa terus berubah setiap bulan. Saya berharap ini menjadi perhatian pihak Indihome, sehingga ada solusi ke depannya," jelasnya.

Fluktuasi Tagihan Terus berubahnya besaran tagihan dipaparkan Robin merujuk sejumlah tagihan yang masuk sejak pemasangan sambungan internet pada Januari 2021 lalu.

Baca Juga : Sempat Ditutup Hindari Kerumunan, Pengunjung Ragunan dan TMII Kembali Ramai

Jumlah tagihan awal pemasangan sambungan internet baru tercatat sebesar Rp 710.000. Tagihan tersebut terdiri dari uang jaminan sebesar Rp 560.000, biaya pasang baru (PSB) Indihome sebesar Rp 150.000 dan biaya sewa perangkat sebesar Rp 40.000.

Namun berbeda dengan jumlah tagihan pada bulan Februari 2021 tidak dilampirkan secara terperinci. Jumlah tagihan pada bulan Februari 2021 tercatat sebesar Rp 707.194.

Begitu juga dengan jumlah tagihan pada bulan Maret 2021 yang tercatat sebesar Rp 616.000. Tagihan tersebut katanya lebih mahal dibandingkan dengan paket internet yang ditawarkan pihak Indihome sebelumnya, yakni Rp 530.000 per bulan. (RBN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal