LampuHijau.co.id - Guna mewujudkan kawasan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM), Rutan Kelas IA Salemba Jakarta Pusat meresmikan pojok layanan Balai Betawi yang transparan anti pungutan liar (pungli), dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Tempat pelayanan informasi itu didesain unik bernuansa rumah Betawi guna melestarikan kearifan lokal.
Kakanwil Kumham DKI Jakarta Ibnu Chuldun menegaskan, pihaknya mengapresiasi apa yang dilakukan Karutan Kelas IA Salemba Yohanis Varianto di Rutan Salemba. Langkah yang dilakukan Karutan terhadap jajarannya untuk mewujudkan Rutan Salemba bebas dari korupsi, tidak ada pungutan-pungutan dan tidak ada bayar-bayaran. Misalnya, di layanan kunjungan itu tidak boleh ada pungutan.
"Kita memenuhi hak warga binaan, seperti hak untuk mendapatkan remisi, asimilasi, asimilasi di rumah, dan pembebasan bersyarat, itu tidak ada pungutan. Di kamar-kamar hunian (sel tahanan) juga tidak ada pungutan," tegasnya kepada wartawan di lokasi, Kamis (07/04/2021).
Baca juga : Sering Bikin Onar, Karutan Salemba Oper 2 Napi Kasus Narkoba ke Lapas Nusakambangan
Melihat semangat perubahan di lingkungan Rutan tersebut, Kakanwil terus mendukung langkah yang dilakukan Karutan Salemba. "Saya dan Ibu Kadiv Permasyarakatan Mascelina datang ke sini untuk memberikan semangat kepada Pak Karutan dan seluruh jajaran," ujarnya.
Selain itu, pojok layanan yang baru diresmikan sengaja dibuat dengan model ornamen Betawi. Hal itu, sambungnya, merupakan ide kreatif langsung dari Karutan yang berasal dari NTT itu.
"Karena sudah masuk Jakarta, beliau membumi dengan budaya Betawi yaitu kearifan budaya lokal. Seluruh jajaran sangat melestarikan adat istiadat. Suasananya Betawi dibuat karena mengusung istilah di mana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Karutan sangat menghormati adat istiadat ditempat ini," tambahnya.
Baca juga : Cegah Hal Negatif, Karutan Salemba Tingkatkan Sidak dan Pembinaan

Pembuatan pojok layanan ini, lanjut Ibnu, bertujuan agar semua layanan transparan dan tidak berkerumun. Karutan ingin meningkatkan pelayanan terbaik. Pojok layanan ini dilengkapi sarana informasi, pendaftaran keluhan dan pengaduan dari masyarakat yang langsung dapat ditindaklanjuti.
"Selama pandemi ini, kunjungan-kunjungan masih menggunakan virtual, tidak kontak langsung, karena belum ada regulasi yang membolehkan. Kami apresiasi, saya dengan Ibu Kadivmas khusus datang kesini untuk mengapresiasi kerja dan terobosan Pak Karutan," paparnya.
Baca juga : Tingkatkan Kerja Sama, Kapolda Jatim Terima Kunjungan Kakanwil Bea Cukai
Karutan Kelas IA Salemba Jakarta Pusat Yohanis Varianto menambahkan, pihaknya berkomitmen penuh untuk mewujudkan WBK dan WBBM melalui reformasi birokrasi khusus pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungannya.
"WBK itu bebas dari KKN, bebas dari gratifikasi, dan bebas dari pungli. WBBM itu meningkatkan pelayanan publik dan tercapainya kepuasan masyarakat terhadap pelayanan. Balai Betawi pojok layanan juga dilengkapi scan barcode agar lebih praktis," tutupnya. (RKY)