Jelang Puasa dan Lebaran, Gembong: BUMD Pangan Harus Mampu Kendalikan Harga

Gembong Warsono. (Foto: net)
Jumat, 3 Mei 2019, 17:02 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan DKI Jakarta yakni Perumda Pasar Jaya, PD Dharma Jaya, dan PT Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ) diminta fokus mengendalikan harga pangan. Pasalnya, BUMD itu seringkali mendapatkan penanaman modal pemerintah daerah (PMD) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"BUMD pangan diharapkan untuk menjaga stabilitas harga. Setiap tahun kan mereka dapat PMD. Maka saat ini, perannya sangat dibutuhkan agar masyarakat mudah menjangkau harga pangan. Saat inilah, peran mereka sangat dibutuhkan masyarakat," ujar Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono, di Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Pihaknya menuntut Pasar Jaya agar melakukan aksi nyata sesuai yang disampaikan ke DPRD saat pengajuan PMD. Menurutnya, Pasar Jaya harus secepatnya membangun pusat perkulakan atau Jakgrosir di setiap wilayah serta menambah mesin Controlled Atmosphere Storage (CAS), sebagai tempat penyimpanan bawang dan cabai.

Baca juga : Jelang Ramadhan, Polres Indramayu Cek Stok dan Harga Sembako

"Makanya, kita tuntut Pasar Jaya untuk melakukan aksi nyata dalam menjaga stabilitas harga itu. Kalau hari biasa, kan penanganannya mungkin biasa. Tapi saat Hari Raya seperti sekarang, Pasar Jaya harus melakukan upaya lebih," kata Gembong.

Pada APBD Perubahan 2018, Perumda Pasar Jaya mendapatkan PMD sebesar Rp166,6 miliar. Dari jumlah ini, sebanyak Rp99,9 miliar akan digunakan untuk membangun Jakgrosir di setiap wilayah. Namun, Perumda Pasar Jaya baru memiliki satu Jakgrosir di Pasar Induk Kramat Jati. Sedangkan, PD Dharma Jaya menerima PMD sebesar Rp79,4 miliar. PMD ini diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyesuaikan pagu modal dasar yang boleh diterima PD Dharma Jaya.

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian Sri Haryati mengaku telah menginstruksikan PT Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ), untuk melakukan impor bawang putih dan bekerja sama dengan importir lain agar pasokan bawang putih terjaga. Menurutnya, PT Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ) telah mendapat lisensi impor bawang putih sebanyak 10 ribu ton.

Baca juga : Selama Puasa dan Lebaran, Saefullah: Stok Pangan Jakarta Dijamin Aman

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan importir yang sudah mendapat lisensi. Ada tujuh importir dan kami minta masing-masing dari importir itu untuk menyediakan satu kontainer untuk DKI saja," katanya.

Dia menegaskan, Pemprov DKI telah berupaya sejak lama untuk menekan harga bahan pangan hingga nanti menjelang puasa Ramadhan serta hari raya Idul Fitri. Bahkan, pihaknya akan segera melakukan operasi pasar untuk menjaga kestabilan harga di lapangan.

"Kalau bazar murah, sudah di 70 kelurahan dilakukan PD Pasar Jaya. Tapi, menjelang puasa memang lebih intensif dan masif tidak hanya di kelurahan tapi juga di RPTRA. Intinya, keamanan pangan kan bukan hanya harga terkendali tapi juga keterjangkauan masyarakat itu diutamakan," ungkapnya.

Baca juga : Nggak Nongol saat Deklarasi Kemenangan, PAN Bakal Merapat ke Kubu Petahana?

Beberapa ko­moditas pangan di sejumlah pasar di Jakarta mulai meng­alami kenaikan harga menje­lang Ramadan. Bahkan, harga bawang putih naik hingga 100 persen. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal