LampuHijau.co.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Marullah Matali sangat layak jadi ketua pengurus wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta. Marullah pun banjir dukungan dari beberapa elemen baik dari internal maupun eksternal NU.
Dari internal NU, dukungan terhadap Marullah untuk menjadi orang nomor satu di NU DKI datang dari para pimpinan majelis wakil cabang(MWC NU) se-Jakarta Utara (Jakut). Bahkan, MWC NU se-Jakut Yakin Sekda DKI Marullah Matai bisa membawa perubahan lebih baik.
Kepada wartawan, Kamis (1/4/2021), MWC se-Jakarta Utara bertekat bulat mendukung Marullah Matali untuk memimpin NU DKI.
Ketua Tanfidziyah MWC NU Penjaringan, K. H. Asep Misbah menyatakan, Marullah putra NU Betawi dan sangat layak menjadi ketua PWNU DKI. Begitu juga dengan Ketua Tanfidziyah MWC NU Tanjung Priok, Ustadz Daniel Abadi.
"Selain putra Betawi asli, Sekda DKI Jakarta itu juga birokrat yang mampu membesarkan NU," tandasnya.
Selain itu, K.H. Ahmad Sahal Malik yang menjabat ketua tanfidziyah MWC NU Koja mengaku, Marullah adalah sosok tepat untuk menjadi ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta.
Baca juga : Sah! Yayat Supriatna Jadi Ketua MKD
Hal senada diucapkan Ustadz Ammar (sekretaris Tanfidziyah MWC NU Pademangan). "H. Marullah Matali orang yang tepat untuk menjadi ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta. Karena, beliau seorang putra Betawi yang kental dengan NU. Beliau juga seorang birokrat yang sukses dalam karier di pemerintahan sehingga kami yakin beliau mampu menjadi tauladan yang baik guna memajukan PWNU dan memajukan Kota Jakarta," ulas Ustadz Ammar.
K.H. Ustadz Ahmad Sahal dan Ustaz Ammar pun sepakat, Marullah adalah sosok yang tidak terjerat kepentingan politik. "Mantan walikota Jaksel ini meniti karier dari bawah sebagai PNS. Jadi, tidak diragukan lagi beliau banyak makan asam garam memimpin birokrasi dan organisasi," tegas mereka kompak menegaskan itu.
Untuk itu, mereka mendukung penuh. "Mendukung penuh Bapak H. Marullah Matali untuk menjadi ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta karena disamping beliau seorang ulama, juga birokrat," tegas kedua ustadz tersebut.
Ya, Marullah Matali mungkin sosok yang tidak asing lagi bagi warga DKI Jakarta. Pria yang lahir dan besar di lingkungan Betawi ini menjadi aset putra daerah yang bisa dikatakan mumpuni.
Dukungan dari eksternal NU pun mengalir kepada mantan kepala biro bina mental Pemprov DKI Jakarta tersebut. Di antaranya dari Forum Wartawan Jakarta (FWJ), Forum Wartawan Peduli Jakarta (FWPJ), Koalisi Peduli Jakarta (KPJ), Perkumpulan Orang Betawi (POB), Semangat Kebangkitan Tambora (SKT).
"Marullah mampu merangkul semua elemen dan unsur yang ada. Bahkan melalui kultur budaya Betawi, beliau itu kental dengan adat budaya dan sangat agamais. Oleh karenanya ia memiliki prinsip untuk mengembangkan kariernya melalui PNS di Pemprov DKI Jakarta," ucap Ketua FWJ Indonesia, Mustofa Hadi Karya alias Opan saat dihubungi awak media, Kamis (1/4/2021)
Baca juga : HM Hasbullah Rahmad Berpeluang Besar Jadi Ketua DPD PAN Depok
Jelang pemilihan ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta itu, sosok putra Betawi satu ini pun ramai dibincangkan sebagai salah satu calon kuat dari beberapa kandidat ketua PWNU DKI.
Kembali ke Opan yang juga putra Betawi itu, ia memberikan dukungan moral atas pencalonan Marullah menjadi ketua PWNU DKI, "Sesuatu hal yang baik tentunya kami dukung, dan tidak dipungkiri bahwa Marullah adalah putra daerah yang sama seperti saya. Dan saya yakin kawan-kawan dari KPJ, POB, SKT, dan FWPJ pastinya juga mendukung Marullah sebagai ketua PWNU DKI Jakarta," tegas Opan.
Ketua Forum Wartawan Peduli Jakarta (FWPJ), Agus Supriyanto menandaskan, Marullah Matali adalah sosok NU yang tulen dan sangat layak dan pantas memimpin NU DKI.
"Beliau NU tulen bukan abal-abal. Track record (rekam jejak) beliau juga bagus. Banyak menangani bidang agama seperti di biro bina mental. Lalu jadi walikota Jaksel dan kini sekda. Dari sisi kemampuan manajerial, beliau tidak diragukan lagi untuk memimpin organisasi ternama seperti NU. Terlebih, beliau putra asli Betawi. Dan Betawi itu Islamnya sangat kuat dan kental. Jadi, Pak Marullah sangat-sangat layak memimpin PWNU DKI. FWPJ mendukung penuh beliau jadi ketua PWNU DKI dan semoga besok terpilih," wartawan yang telah puluhan tahun meliput di Pemprov DKI ini mengatakan.
Selain itu, Ketum Koalisi Peduli Jakarta (KPJ) Amos Hutahuruk melalui pesan singkatnya menyebut Marullah patut menjadi ketua PWNU DKI. Hal itu jelas terlihat dari sisi pribadinya yang memang berlabel ustadz serta kecintaannya terhadap NU.
"Orang Betawi seperti Marullah memang layak menjadi tauladan, dia kan sosok putra daerah yang tak memiliki ikatan politik dari partai mana pun, artinya yang dimilikinya hanya berkepentingan memajukan DKI Jakarta tanpa adanya campur tangan partai dan politik," ungkap Amos.
Baca juga : Mantan Dirjen Kemenperin Dukung I Made Dana Tangkas Jadi Caketum IA ITB
Lebih rinci, Amos mengatakan bahwa ormas keagamaan NU adalah organisasi elite, bahkan beberapa kader parpol mulai gerilya ingin merebut kursi Ketua NU DKI. Sebut saja, Wakil Ketua MPR, Dr. K. H Jazilul Fawaid dari PKB dan Nusron Wahid (Golkar) serta Syarief dari DPRD DKI Fraksi Gerindra.
Perhelatan merebut kursi Ketua PWNU DKI Jakarta juga disampailan pengamat politik Miftahul Adib. Ia meminta kepada para elit parpol agar tidak merusak NU. "Cara money politik itukan dilakukan oleh elit parpol dan bukan para ulama. Ini akibat para politisi kebelet mau jadi ketua NU," tegas Adib kepada wartawan, Rabu (31/3/2021).
NU kata dia, dirusak oleh kepentingan politik dan disusupi kader-kader partai yang akan mengambil keuntungan. "Biasanya para kader parpol itu memakai dalih menjadikan NU lebih baik. Menjaga khittah NU tidak berkaitan dengan parpol," terangnya.
Dia berharap NU DKI Jakarta dipimpin bukan dari orang parpol. "Karena NU DKI itu selalu teduh. Janganlah direcoki oleh orang parpol dengan merusak NU," ungkap Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Politik Nasional (KPN) ini.(AGS)