LampuHijau.co.id - Pasca bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Sulsel, personil gabungan dari jajaran Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, Satpol PP dan Dishub DKI menggelar patroli skala besar.
Hal ini untuk menunjukan rasa aman kepada warga Ibu Kota Jakarta. Apel yang dipimpin Wakapolda Brigjen Hendro Pandowo Itu menghadirkan personil Polri, TNI, Satpol PP dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dengan bersenjata lengkap.
Menurut Hendro Pandowo, dalam patroli itu untuk menunjukan kalau aparat keamanan selaku menjaga stabilitas kamtibmas, dan warga diminta untuk tidak resah.
Baca juga : Peduli Kemanusiaan, Forkabi Kota Tangerang Gandeng PMI Gelar Donor Darah
“Kita prihatin menyikapi pengeboman Gereja Katedral Makassar yang mengusik rasa aman masyarakat Indonesia,” kata Hendro dalam sambutannya di Lapangan Persisi, Direktorat Presisi Polda Metro Jaya, Senin (29/3).
Dia menuturkan, ketakutan warga masyarakat diperparah dengan adanya penyebaran lewat medsos dari orang yang tidak bertanggung jawab.
“Penyebaran informasi di media sosial justru semakin menebar teror di tengah masyarakat. Intoleransi dan radikalisme menjadi musuh laten bersama,” jelas Hendro.
Baca juga : Faktor Kampung Tangguh Pulau Seribu Zona Hijau, Kapold Metro Berikan Penghargaan
Mantan Kasat Reskrim Polres Jakbar ini mengatakan, aparat keamanan akan memberikan rasa aman bagi warga Jakarta dan sekitarnya dari gangguan kamtibmas.
“Perlu ada sinergitas bersama. Untuk aksi antisipatif di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya,” pungkas Hendro.
Seperti diketahui sebelumnya, sebuah bom berdaya ledak tinggi (hight explosip) meledak didepan pintu gereja Katedral, Makassar, Sulsel, pada Minggu (28/3) sekitar pukul 10.25 WITA.
Baca juga : Bongkar Mafia Tanah Sampai ke Australia, Polda Metro Kerja Sama dengan Interpol
Peledakan yang menewaskan dua pelaku ini menyebabkan 14 orang menderita luka dan dilarikan ke Rumah Sakit. (DIR/FRK)