Operasi Asah Asuh, 70 PMKS Dijaring Petugas Jelang Ramadan

Jumat, 26 Maret 2021, 21:54 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Satpol PP Jakarta Pusat kembali melaksanakan Operasi Asih Asuh gabungan di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Jumat (26/03/2021) sore. Hasilnya, petugas mengamankan 70 orang penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dari delapan kecamatan di Jakarta Pusat.

"Mereka langsung dimasukkan ke dalam mobil kerangkeng milik Sudin Sosial Jakpus. Setelah didata, mereka dikirim ke GOR Tanah Abang untuk menjalani pembinaan sosial dan rapid test antigen," kata Kasatpol PP Jakarta Pusat Bernard Tambunan di lokasi.

Rincian 70 orang yang terjaring petugas itu meliputi pengamen, pengemis, ibu dan balita, manusia silver, gelandangan, dan ondel-ondel yang dibuat untuk mengemis.

Baca juga : Ayah Setubuhi Anak Kandung, Hamil, Bayinya Digugurin Trus Dikubur Belakang Rumah

"Sebagaimana kita ketahui, ondel-ondel itu budaya Betawi dan tidak boleh dipergunakan untuk ajang mengemis. Makanya mereka ikut dijaring untuk dibina," ujarnya.

Setelah tiba di GOR Tanah Abang, para PMKS itu menjalan rapid test antigen. "Bagi yang positif Covid-19 dibawa ke puskesmas, yang negatif akan dikirim ke panti sosial. Ini kegiatan rutin saja. Operasi Asih asuh bertujuan untuk menertibkan kota Jakarta dan mendidik serta membina para PMKS. Mereka nanti dididik keterampilan agar tidak ke jalan lagi," jelas Bernard.

Baca juga : Parkir di Bahu Jalan, 2 Mobil dan 9 Motor Dijaring Petugas di Senen

Operasi dilakukan oleh 60 petugas gabungan Satpol PP dan P3S Sudin Sosial Jakpus di tiap kecamatan. Bernard mengimbau, kepada warga Jakarta alangkah baiknya jika tidak memberikan uang di lampu merah tiap sudut jalan Ibu Kota. Sebab, hal itu akan membuat PMKS makin banyak di jalanan.

"Berilah bantuan Anda sesuai jalur yang ditetapkan. Kalau makin banyak yang memberi, mereka akan terus ada. Kami imbau kepada masyarakat janganlah memberi.

Para PMKS kalau membutuhkan keahlian, silakan menghubungi Dinas Sosial dan Dinas Tenaga Kerja, karena di jalanan sangat riskan, banyak penyakit. Sekarang kita masih penanganan Covid-19," pungkasnya. (RKY)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal