Waduh! Pondasi Rumah Warga Nyaris Ambruk Akibat Terdampak Proyek DDT Cikini-Manggarai

Jumat, 26 Maret 2021, 21:49 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Pembangunan proyek double-double track (DDT) Cikini-Manggarai mengakibatkan pondasi rumah warga di RT 14/008, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, rusak parah. Dampak dari proyek tersebut, pemilik rumah permanen itu khawatir ambruk lantaran pondasi rumah hanya ditopang potongan besi bantalan rel. Warga meminta pihak KAI bertanggung jawab.

Keluhan itu sempat disampaikan ke anggota DPRD DKI yang tengah melaksanakan reses di wilayah Menteng. Pemilik rumah meminta agar pondasi itu dibuat secara permanen.

Menurut Rizal (45), pemilik rumah, setahun lalu terdapat proyek double-double track di wilayah. Sedangkan rumahnya saat itu tidak terkena penggusuran.

Dari proyek itu, hanya rumahnya yang masih tersisa. Namun karena halaman sekitar rumahnya dilalui kendaraan proyek, pondasi rumah itu ditopang besi bekas. Setahun berlalu, ternyata pondasi itu dibiarkan begitu saja tanpa ada tindak lanjut. Rizal akhirnya mengadukan ke Ketua RT untuk segera diminta membangun pondasi secara permanen.

Baca juga : Hujan Deras, 1 Rumah di Depok Ambruk dan 3 Terancam Longsor

"Karena kan kemarin itu musim hujan ya, ini kan pondasi hanya besi-besi aja. Ya, kita khawatir aja ini longsor atau gimana. Makanya kita sampaikan ke pak RT untuk dibantu menyampaikan keluhan kita," kata Rizal ditemui wartawan, Jumat (26/03/2021).

Sebenarnya, Rizal hanya ingin dibuatkan pondasi permanen penganti besi-besi yang sekarang ada. Pihak RT setempat pun juga telah menyampaikan keluhan itu ke tingkat kelurahan, namun saat itu belum ada tindak lanjutnya.

Ketika ada kunjungan reses anggota DRPD DKI Jakarta, pihaknya menyampaikan keluhan itu. Beruntung kemarin pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak terkait mengenai masalah ini. "Ya, kemarin kita udah ketemu. Katanya mau di tindak lanjuti abis lebaran ini. Ya, kita tunggu aja gimana," ujarnya.

Sementara Ketua RT 14/08 Menteng Jaya, Yusuf (52) mengatakan, jika pihaknya hanya menyampaikan keluhan warga ke tingkat kelurahan untuk menindak lanjutin apa keinginan warganya.

Baca juga : Ratusan Rumah Warga di Muara Gembong Diterjang Rob

"Jadi itu awal proyek karena itu tinggi di kasih pondasi dengan besi. Warga kan sudah menanyakan terus nih, jadi ya kita hanya bisa sampaikan ke Kelurahan itu saja sih," kata Yusuf.

Meksi begitu pihaknya mengaku telah melakukan pertemuan dengan Kementerian Perhubungan pada Kamis (25/3/2021) kemarin.

Dari hasil pertemuan itu akan segera ditindak lanjuti atas keluhan warga tersebut. "Kemarin sih kita udah ketemu. Alhamdulillah, insya Allah, di bulan puasa mau ditindaklanjuti, karena katanya emang waktunya belum ada," ucapnya.

Menanggapi masalah ini, Lurah Menteng Radius Perkasa mengaku, pihaknya sudah menyurati KAI mengenai keluhan warga itu. Surat tersebut dibuat pada 24 Februari 2021, namun hingga saat ini belum ada kejelasan.

Baca juga : Polres Indramayu Beri Bantuan Bagi Warga Terdampak Bencana Banjir

Menurut Radius, rumah yang terdampak itu akibat sering di gali dan dibuat jalan beberapa area sekitar rumah amblas. Namun pihak KAI hanya memasang besi agar tanah tidak semakin longsor, hal inilah yang dikeluhkan warga.

"Itu warga emang sudah komplain, kita sudah rapatin kita panggil KAI, tapi hanya bilang nanti di TL tapi sampai sekarang engga kelar-kelar," kata Radius.

Sementara saat dikonfirmasi, Humas PT KAI Daop I Eva Chairunisa meminta masalah ini ditanyakan kepada satuan kerja Ditjen Perkeretaapian (DJKA). "Karena pembangunannya disana. Terkait surat itu sudah diteruskan ke Satker DJKA," ucap Eva.

Namun, Humas DJKA Supandi mengaku baru mengetahui adanya surat dari lurah terkait kerusakan rumah warga itu. "Saya baru denger surat ini, maka saya cek dulu duduk masalahnya," tutupnya. (RKY)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal