Merusak Lingkungan dan Tak Berizin, Empat Batching Plant di Jaksel Terancam Diratakan Tanah

Jumat, 26 Maret 2021, 18:21 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Pemprov DKI Jakarta akan menertibkan usaha produksi beton cor atau batching plant yang tidak sesuai peruntukan di Ibu Kota. Penertiban batcing plant tersebut merujuk Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta Nomor 234 tahun 2021.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta, terdapat lima lokasi batching plant di Jakarta Selatan yang sudah direkomendasikan ke Satpol PP untuk ditertibkan. Penertiban batching plant pertama telah dilakukan jajaran Satpol PP DKI Jakarta pada Selasa (23/3/2021). Batching plant milik PT Betamix yang berlokasi di Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu dibongkar hingga rata dengan tanah, karena tak berizin dan mencemari lingkungan.

Sedangkan empat batching plant lainnya yang akan dibongkar antara lain berada di Kecamatan Tebet, Setiabudi, Jagakarsa dan Kebayoran Lama. “Lima batcing plant sudah direkomtek (rekomendasi teknis) karena tidak sesuai peruntukan,” kata Kepala Suku Dinas Citata Jakarta Selatan Syukria dihubungi pada Jumat (26/3/2021).

Berita Terkait : Jakpro dan KSO Gelar Doa Bersama, Lifting Rangka Atap JIS Seberat 3.900 Ton Mulai Dikerjakan

Merujuk hal tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satpol PP Jakarta Selatan terkait tahapan penindakan hingga pembongkaran. Pembongkaran tersebut dilakukan setelah Dinas Citata memberikan serangkaian tindakan, mulai dari surat peringatan hingga penyegelan batching plant karena melanggar ketentuan zonasi atau peruntukan.

"Kita rekomtek karena tidak sesuai peruntukan," jelasnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Jakarta Selatan Ujang Harmawan membenarkan rencana penertiban empat batching plant tersebut. Berdasarkan rekomtek Dinas Citata DKI Jakarta, pihaknya tengah mengkaji proses penertiban batching plant bermasalah.

Berita Terkait : Terkena Zona Pemakaman, Tiga Unit Hunian di Ciganjur Diratakan Dengan Tanah

"Benar, total ada lima yang terdata, semuanya sudah direkomtek Dinas Citata ke Satpol PP," jelas Ujang Harmawan dihubungi pada Jumat (26/3/2021).

Karena, lanjutnya, keberadaan batching plant memicu pencemaran lingkungan, seperti polusi udara hingga memicu banjir imbas pembuangan limbah ke dalam saluran air. "Banyak sekali usaha seperti ini tidak dilengkapi perizinan. Penindakan terhadap usaha kegiatan batching plant dan akan terus dilanjutkan di berbagai tempat," tegas Ujang.

Terkait penindakan batching plant, Pemprov DKI Jakarta membentuk Tim Terpadu Penertiban yang bertujuan untuk menertibkan sekaligus batching plant bermasalah. "Ketua Tim penertiban adalah Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Pertanahan. Wakil Ketua timnya Dinas Lingkungan Hidup, dan kami Satpol PP masuk dalam satuan anggota," tegasnya. (RBN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal