Peduli di Tengah Pandemi, Aktivis Tionghoa Kembali Berbagi ke Warga

Senin, 22 Maret 2021, 10:06 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Pengusaha yang juga aktivis Tionghoa, Lieus Sungkharisma, kembali membagikan ramuan enam jenis herbal Tiongkok yang berkhasiat untuk meningkatkan imunitas tubuh, guna membantu warga tak mampu di Jakarta agar terhindar dari paparan Covid-19.

Pembagian ramuan berjumlah 764 bungkus tersebut dilakukan dalam acara Bakti Sosial di delapan RT di RW 01 Kelurahan Keagungan, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Minggu (21/3/2021), dengan jumlah warga tak mampu yang mendapat bantuan sebanyak 191 kepala keluarga (KK). Kedelapan RT tersebut adalah RT 02, 03, 04, 05, 06, 07, 08, dan RT 10. Dari 764 bungkus ramuan yang dibagikan, 336 bungkus dibagikan kepada 84 KK warga RT 02, sebanyak 196 bungkus dibagikan di RT 07, dan 232 bungkus dibagikan kepada 54 KK di RT 03, 04, 05, 06, 08, dan 10.

Selain ramuan, setiap KK di kedelapan RT tersebut juga mendapatkan satu karung beras dengan bobot 5 kg/karung, dan masker dengan total 500 buah. Khusus untuk warga RT 02, bantuan ditambah 150 porsi mi ayam dari Warung Mie Ayam Makar milik Lieus, yang dimasak enam karyawan warung tersebut di sebuah lapangan di lingkungan RT 02, sehingga bantuan mi ayam diberikan langsung dalam kondisi masih panas. Sementara untuk 54 KK di RT 03, 04, 05, 06, 08, dan 10 bantuan ditambah dengan 140 bungkus roti.

"Kita tidak tahu kapan pandemi Covid-19. Sekarang bahkan sudah masuk varian-varian baru hasil mutasi di Inggris (corona B.1.1.7) dan di Skotlandia (N439K). Karena itu, kita beri ramuan ini agar warga dapat meningkatkatkan imunitas tubuhnya. Kalau mereka ada yang terpapar, biaya pengobatannya kan mahal, bahkan bisa saja ada yang meninggal," kata Lieus di lokasi bakti sosial.

Berita Terkait : Tetap Prokes Ketat, Ancol Kembali Dikunjungi Warga untuk Berwisata

Soal bantuan beras, Lieus mengatakan, untuk meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama beras yang menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia setelah ditanak menjadi nasi. "Kalau mi ayam, kita berikan agar mereka juga bisa menikmati lezatnya mi ayam yang kita jual di Warung Makar," imbuh Lieus.

Selama bakti sosial dilakukan, warga sangat antusias. Warga RT 02 antre agar dapat menikmati lezatnya Mie Ayam Makar yang dimasak di tempat, dan gratis. Bakti sosial untuk warga di RT 03, 04, 05, 06, 08, dan 10 yang dipusatkan di satu lokasi yang berada di perbatasan RT 07 dan 08, panitia bahkan kewalahan karena meski yang tercatat mendapat bantuan hanya 54 KK, yang datang melebihi jumlah tersebut, dan banyak yang protes karena namanya tidak tercantum dalam daftar.

Terkait ramuan yang dibagikan Lieus, Sinshe Iwan Susanto, salah satu sinshe di kawasan Kelurahan Glodok, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, yang membantu Lieus membagikan ramuan tersebut kepada warga dan menjelaskan manfaatnya, mengatakan, ramuan ini dapat mengeluarkan dahak, membuat badan dan pernapasan menjadi enak, dan yang lebih penting adalah dapat meningkatkan imunitas tubuh.

"Ramuan ini bisa dijadikan obat untuk mencegah Covid," katanya.

Berita Terkait : Peduli Kampung Halaman, Jonner Silitonga Kembali Beri Bantuan untuk Warga Sipahutar

Ramuan yang dibagikan Lieus ini terdiri dari: 1. Huang qi (Astragalus Propinquus) 2. Bei sha shen (Adenophora) 3. Fei zhi mu (Anemarrhena) 4. Lian qiao (Forsythia) 5. Cang zhu (Atractylodes) 6. Ji geng (Platycodon).

Astragalus Propinquus merupakan tanaman yang selama berabad-abad digunakan masyarakat China untuk pengobatan, karena berkhasiat meningkatkan imunitas tubuh, anti penuaan, kelelahan, flu dan efek anti-inflamasi. Adenophora merupakan jenis tanaman berbunga dari keluarga Campanulaceae, atau bunga lonceng, dan umumnya dikenal dengan nama ladybell. Tanaman yang tumbuh dari Asia timur dan sebagian kecil negara di Eropa, termasuk tanaman endemik di China atau Siberia. Khasiat tanaman ini antara lain untuk meredakan batuk berdahak dan melegakan tenggorokan.

Anemarrhena merupakan tanaman dalam keluarga bunga lily, berasal dari Jepang dan daerah utara China. Tanaman ini selama 2.000 tahun digunakan sebagai ramuan karena bermanfaat untuk mengobati gangguan kesehatan yang berhubungan dengan panas dan kekeringan yang berlebihan, seperti meredakan demam, hot flashes, rasa haus yang intens, dan panas di paru-paru karena batuk kering, dan juga meredakan ketegangan.

Anemarrhena juga digunakan sebagai anti-inflamasi, zat antibakteri yang membantu memperlambat perkembangan tuberkulosis, mengobati batuk kronis yang berhubungan dengan bronkitis, menyembuhkan infeksi kandung kemih yang berhubungan dengan infeksi saluran kemih, mengurangi emisi malam hari, dan menurunkan hubungan seks yang terlalu tinggi

Berita Terkait : Peduli Warga, Agus Salim Berbagi Rezeki di Ultah ke-50

Forsythia adalah tanaman semak yang menghasilkan buah-buahan yang disebut Lian Qiao, yang digunakan sebagai ramuan obat dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Di masa lalu, Lian Qiao telah digunakan untuk membantu mengobati berbagai gejala termasuk demam, mual, dan sakit tenggorokan. Dan itu sering dikombinasikan dengan herbal lain untuk memaksimalkan manfaatnya, paling sering honeysuckle.

Atractylodes adalah genus tanaman berbunga Asia dalam keluarga bunga matahari. Tanaman ini dipercaya dapat mengatasi obesitas, gangguan pencernaan, sakit perut, kembung, retensi cairan, diare, kehilangan nafsu makan, berkeringat, rabun senja, penurunan berat badan karena kanker, alergi tungau debu, dan nyeri sendi (rematik). Juga dipercaya ampuh mengatasi pilek, flu, dan demam.

Warga nampak senang ketika diberitahu tentang manfaat ramuan Tiongkok tersebut. "Wah, ini cocok buat saya," kata Sari, warga RT 02.

Menurut data, di lingkungan RT 02 belum ada satu pun warga yang terpapar Covid-19, namun di RT 07 telah ada satu keluarga yang telah terinfeksi. "Tapi mereka sudah sembuh," kata Ketua RT 07/01 Kelurahan Keagungan, Lukman Hakim. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal