LampuHijau.co.id - Kepala Rutan Kelas 1A Salemba Jakarta Pusat, Yohanis Varianto sukses membimbing para narapidana binaannya menjadi santri. Bekal ilmu agama itu diberikan kepada 100 narapidana agar kelak setelah bebas dapat kembali menjadi masyarakat berperilaku baik.
"Mereka diajarkan bagaimana membaca Al-Qur'an yang baik dan benar, pelaksanaan shalat, wudhu dan lainnya," kata Varit, sapaan akrabnya, Kamis (18/03/2021).
Baca juga : RW 17 Kriyan Barat Ditargetkan Jadi Kampung Batik Perwarna Alami
Dia menjelaskan, sampai saat ini sudah ada 50 angkatan santri dan baru saja diwisuda, yakni angkatan ke-49. Rutin setiap tahun, sambungnya, ada empat angkatan yang dibina agar menjadi santri.
"Ada tahapan dan penilaian. Jadi, setiap angkatan tidak semua akan lulus untuk mendapatkan sertifikat sebagai santri," bebernya.
Baca juga : Colong Pakaian Dalam Wanita, Bencong Berjilbab Ditelanjangi di Neglasari
Bagi warga binaan yang telah menjalani tahapan dan lulus menjadi santri, bakal dimanfaatkan keahliannya dalam setiap kegiatan keagamaan di rutan. "Bisa tausiah ataupun berdakwa," katanya.
Varit menegaskan, mantan warga binaan setelah bebas masa tahanan tidak selamanya punya penilaian buruk. Mereka dapat berubah dan menjadi baik. Untuk itu, pihaknya memberikan bekal-bekal ilmu agama agar perilaku mereka dapat diterima di lingkungannya masing-masing. "Setiap satu tahun, ada sekitar 100 warga binaan yang telah kami cetak menjadi santri. Harapannya, agar mereka bisa menjadi santri yang baik setelah keluar (tahanan)," singkatnya. (RKY)