LampuHijau.co.id - Kemacetan lalu lintas yang terjadi di sepanjang Jalan Cideng Timur, Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat terus mengular. Kepadatan kendaraan itu rutin tiap hari terjadi lantaran akses jalan tersebut berada di dekat pusat tekstil terbesar se-Asia Tenggara, yakni Pasar Tanah Abang.
Pemkot Jakarta Pusat acap kali mendapatkan laporan dan keluhan dari warga sekitar serta para pengguna jalan di lokasi itu. Meski kemacetan sulit dikendalikan, namun Pemkot Jakarta Pusat terus berupaya meminimalisir kepadatan arus lalu lintas di kawasan tersebut dengan menertibkan PKL dan parkir liar, yang semakin banyak di masa pandemi.
Mulanya, kemacetan disinyalir karena keberadaan pusat jual beli busana muslim Pasar Tasik, Cideng yang buka tiap hari Senin dan Kamis. Namun setelah Pemkot Jakarta Pusat memanggil pengelola Pasar Tasik Cideng untuk memberikan keterangan, diketahui kemacetan timbul karena adanya PKL dan parkir liar kendaraan di trotoar serta bahu jalan.
Baca juga : Inilah Strategi Pemerintah Menghadapi Dibukanya Musim Haji dan Umrah di Masa Pandemi
Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi menjelaskan, kemacetan di kawasan Pasar Tasik Cideng sering mendapat keluhan dari warga dan pengguna jalan. Kemacetan padat merayap itu dimulai sejak jam 6 pagi sampai jam 11 siang. Apalagi memasuki hari Senin dan Kamis, kawasan makin padat karena adanya pusag perkulakan pakaian.
"Kemarin sudah kita rapatkan ke Satpol PP, karena ada pedagang liar di depannya. Kita tanya pengelolanya ternyata bukan dari Pasar Tasik Cideng, makanya kita tertibkan pedagang di luar," kata Irwandi, Kamis (18/03/2021).
Irwandi menjelaskan, kemacetan disebabkan oleh parkir liar motor dan bajaj di trotoar serta bahu jalan. Selain itu, banyak juga pedagang yang bukan di bawah pengelolaan Pasar Tasik Cideng, turut menyumbang kepadatan trotoar.
Baca juga : Relawan Binaan Cirebon Power Aktif Bantu Menangani Pandemi Covid-19
"Tadi pagi sudah kita tertibkan parkir liar di kawasan itu," tambahnya.
Sementara pengelola Pasar Tasik Cideng, H. Heru Nuryaman menyatakan, pihaknya mengapresiasi upaya penertiban penyebab kemacetan yang ada di lokasi tersebut. Pihaknya juga mendukung program pemerintah dalam hal penataan kota.
"Kita tetap bersinergi dengan aparatur terkait mengenai kemacetan yang ada di area Pasar Tasik, Cideng. Kita juga tetap melakukan prokes untuk internal Pasar Tasik," paparnya. (RKY)