Personel Gabungan Amankan May Day di Jakarta Utara

Rabu, 1 Mei 2019, 14:06 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Sebanyak 1.300 personel gabungan (Pemkot, TNI, Polri) dilibatkan dalam pengamanan Hari Buruh (May Day) di Jakarta Utara, Rabu (1/5/2019). Pengamanan diberikan demi kelancaran berbagai aksi damai yang dilakukan massa buruh dalam penyampaian aspirasi.

Kapolres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Polisi Budhi Herdi Susianto mengatakan, sinergisme 1.300 personel gabungan terdiri dari TNI-Polri, Satpol PP, Suku Dinas Perhubungan, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, hingga Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdarkamtibmas).

Baca juga : Dikawal Petugas Gabungan, Semua Kotak Suara Sudah di Gudang KPUD Indramayu

"Pada pagi hari ini kami dari TNI-Polri, Pemerintah Kota, dan komponen masyarakat, seperti Pokdarkamtibmas di Jakarta Utara melaksanakan apel gabungan dalam rangka mengamankan pelaksanaan Hari Buruh 2019 di Jakarta Utara," kata Budhi usai Apel Gabungan di Jalan Artha Gading Selatan, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (1/5).

Menurut Budhi, pengamanan ini merujuk pada empat titik kumpul massa buruh yakni di kawasan Astra Sunter, Tanjung Priok, Family Mart, Kelapa Gading, Pos 9, Koja, dan Krematorium, Cilincing. Khusus di titik Klimatorium, Cilincing, Pemerintah Kota Jakarta Utara telah memfasilitasi peringatan Hari Buruh ini dengan mengadakan berbagai kegiatan bakti sosial. Mulai dari pengobatan gratis, pembagian sembako, hingga hiburan rakyat.

Baca juga : PT Bahana Gandeng BAZNAS Adakan Operasi Katarak Gratis

"Negara kita, negara demokrasi. Sudah melindungi dan mengatur kebebasan menyampaikan pendapat, termasuk juga kebebasan untuk berserikat maupun berkumpul. Oleh karena itu, apa yang akan mereka lakukan, baik dalam hal penyampaian pendapat ataupun berkumpul berserikat tentunya akan kita fasilitasi, lindungi dan tentunya akan kita amankan. Namun kita harapkan dan kita ingatkan kepada teman-teman buruh agar dalam pelaksanaannya sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada," ungkapnya.

Kasudin Perhubungan Jakarta Utara Benhard Hutajulu menerangkan, petugas dikerahkan dalam pengamanan arus lalu lintas dengan bersinergi unsur samping seperti TNI-Polri dan Satpol PP. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi kemacetan pada titik kumpul massa buruh.

Baca juga : Pileg dan Pilpres di Kelapa Gading Berjalan Aman dan Lancar

"Dishub berperan dalam pengamanan arus lalu lintas. Rekayasa arus lalu lintas hanya bersifat situasional, yang artinya selama masih bisa dilalui kendaraan, maka rekayasa tidak akan dilakukan," tutupnya. (Sep)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal