LampuHijau.co.id - Konfrensi Wilayah (konferwil) Nahdlatul Ulama (NU) DKI Jakarta akan segera digelar awal April 2021 mendatang. Suasana semakin hangat dengan bermunculannya kader-kader NU dari berbagai latar belakang, akademisi, birokrat, politisi hingga aktivis.
Hal ini sebagai angin segar bagi organisasi NU, terlebih lagi NU DKI Jakarta. Kiprah dan sepak terjang tokoh-tokoh NU Jakarta cukup memberi warna bagi dinamika sosial politik lokal maupun nasional, karena tidak heran jika antusias menakhodai NU DKI Jakarta April mendatang banyak mendapat sorotan dari berbagai pihak.
Di antara calon Ketua Tanfidz NU DKI ada Azis Khafia, yang biasa disapa Bang Azis. Azis Khafia adalah aktifis Jakarta, ia juga sempat menjadi anggota DPD RI periode 2014-2019, dan saat ini masih sebagai wakil Ketua Tanfidzh NU DKI Jakarta.
Bang Azis bukan orang baru di kalangan NU DKI, ia memiliki kiprah yang panjang terkait ke NU-an. "Dalam diri Ane ada dua darah yang mengalir, yakni darah NU dan Betawi, yang diwariskan oleh orang tua sejak dulu," demikian ungkap Bang Azis di Jakarta Selatan selepas khotib Jumat (5/3/2021).
Baca juga : Di Kelurahan Cipinang, Keren: Warga Antusias Adanya Food Truck Dharma Jaya
Sementara itu, Muhidin Muchtar aktifis Jakarta sangat mengapresiasi langkah Bang Azis mencalonkan Ketua NU DKI. "Sepanjang yang saya kenal Bang Azis memang memiliki talente politik yang tenang karena ia juga seorang santri yang ulet," tegas Muhidin kepada wartawan kemarin.
Seperti diketahui, panitia konferensi wilayah yang dibentuk Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta menggelar rapat terbatas untuk memilih waktu dan tempat pelaksanaan konferwil, Jumat (5/2) siang.
Mereka memilih pelaksanaan forum tertinggi di tingkat PWNU itu pada 2 April di Sentul, Bogor, Jawa Barat.
Sekretaris panitia pelaksana Konferwil PWNU DKI Jakarta 2021 Husny Mubarok Amir menyampaikan, pelaksanaan konferensi nanti mempunyai agenda besar di tingkat wilayah, yaitu pergantian pucuk pimpinan pengurus harian baik syuriyah maupun tanfidziyah PWNU DKI Jakarta.
Baca juga : Bukan Cuma Dino, Banyak Masyarakat yang Jadi Korban Mafia Tanah Tak Disorot Pemerintah
"Konferwil Insya Allah dilaksanakan pada tanggal 2 April nanti. Rapat harian tadi memilih Kiai Zahari dan Kiai Taufik Damas sebagai ketua SC dan sekretaris, Pak Muallif serta saya diamanatkan sebagai ketua dan sekretaris pelaksana atau OC," kata Husny.
Ia juga menyampaikan bahwa pengurus-pengurus cabang NU se-Jakarta pada forum konferwil nanti akan memilih ketua dan rais syuriyah PWNU DKI Jakarta. Mereka juga akan membahas permasalahan terkini melalui forum bahtsul masail, pembahasan program selama lima tahun ke depan sekaligus rekomendasi forum konferwil baik internal maupun eksternal.
"Tugas panitia saya kira saat ini yang terpenting adalah selain memastikan materi pembahasan, juga sosialisasi pada pengurus cabang selaku stakeholder pada forum tertinggi milik PWNU DKI Jakarta nanti. Selain itu, biar ada waktu juga bagi para calon untuk sosialisasi kepada para pemilih program-program mereka lima tahun ke depan." pungkas Husny.
Adapun rapat harian dan pembentukan panitia konferwil ini pada Jumat (5/2) merupakan amanah dari rekomendasi Muswil III PWNU DKI Jakarta yang diselenggarakan sebelumnya di Pesantren Alhamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Ahad (31/1).
Baca juga : Terus Dorong Perbankan Digital, Bank DKI Raih BEST BUMD Award 2021
Sebagaimana diketahui, masa khidmah kepengurusan periode 2016-2021 PWNU DKI Jakarta akan selesai pada 5 Mei 2021. Forum konferwil 2021 PWNU DKI Jakarta akan menentukan kepengurusan harian PWNU DKI Jakarta untuk masa khidmah 2021-2026.
Ketua PWNU DKI Jakarta KH Samsul Maarif pada kesempatan berbeda mengatakan, panitia dan peserta konferwil PWNU DKI Jakarta akan tetap memperhatikan standar prokes Covid-19. Pihak panitia juga akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19.
"Saya kapan saja (konferwil) siap. Tapi nanti kita akan izin ke gugus tugas Covid-19. Konferwil akan diselenggarakan dengan catatan (standar prokes),” kata Kiai Samsul.(dri)