LampuHijau.co.id - Kodam Jaya Jayakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar pencanangan TNI Manunggal Keluarga Berencana (KB) Kesehatan, di Gelanggang Olah Raga (GOR) Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/4/2019). Puluhan ribu akseptor baru ditargetkan mengikuti program KB Kesehatan yang berjalan selama enam bulan ke depan.
Asisten Teritorial Kepala Staf Kodam Jaya Jayakarta Kolonel Inf Jacky Ariestanto mengatakan, dengan adanya pencanangan ini maka menandakan telah dimulainya program KB Kesehatan di seluruh wilayah DKI Jakarta pada tahun 2019. Program yang berjalan selama enam bulan ini, menargetkan sebanyak 29 ribu akseptor baru di seluruh wilayah DKI Jakarta.
"Kegiatan ini masuk pada tahun anggaran 2019. Kita Kodam Jaya Jakarta bekerja sama dengan seluruh komponen, khususnya dari Pemprov DKI Jakarta. Ini kita sekarang memulai pencanangan TNI Manunggal untuk KB kesehatan selama satu semester ke depan atau sampai September 2019," kata Jacky, ditemui di GOR Sunter, Selasa (30/4).
Menurut dia, program ini dilatarbelakangi kepadatan penduduk Jakarta akibat ketidakidealnya laju pertumbuhan dari sisi angka kelahiran. Sehingga program ini diharapkan memberikan kesadaran masyarakat terhadap program ‘dua anak cukup’, yang ke depannya orang tua dapat lebih fokus mendidik anak untuk menjadi generasi penerus bangsa dan negara.
Baca juga : Peduli Kesehatan, Rusli Arsyad Usul Berdirinya RSUD Cakung
"Di Jakarta ini memang sudah sangat padat hunian. Sudah kurang ideal lagi termasuk pertumbuhan yang begitu cepat. Untuk itu, marilah kita sama-sama meningkatkan kesadaran untuk membangun keluarga yang sehat dan sejahtera, tentu itu dengan program dua cukup. Sehingga anak-anaknya ke depan bisa menjadi harapan bangsa dan negara, maupun daerah Jakarta sendiri," jelasnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta Tuty Kusumawati menerangkan, program TNI Manunggal KB Kesehatan ini memiliki dampak signifikan terhadap laju pertumbuhan penduduk di DKI Jakarta.
"Total Fertility Rate (TFR) atau rata-rata potensi masyarakat untuk memiliki anak di Jakarta sebelumnya sekitar 2,2 persen. Namun hal ini belum dibarengi dengan kesertaan masyarakat ber-KB yang tinggi. TFR relatif rendah tetapi kesertaan ber-KB-nya juga masih sangat rendah, yakni 57 persen. Itu sebabnya kita memitigasi agar tidak terjadi booming lagi untuk ledakan penduduk di DKI Jakarta," terangnya.
Diterangkannya, kontrasepsi KB jenis Intra Uterine Device (IUD) masih menjadi fovotit dalam pengendalian penduduk di Jakarta. Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap jaminan kesehatan dalam pemilihan jenis kontrasepsi. Sebab petugas medis akan melakukan pengecekan kesehatan hingga konsultasi kepada akseptor sebelum dilakukan pemasangan jenis kontrasepsi.
Baca juga : Perjuangan Caleg Nining, Berantas Kemiskinan dan Tingkatkan Pendidikan
"Tentu sebelum dilakukan pemasangan alat kontrasepsi dilakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu kepada calon akseptor. Jadi dilakukan konseling juga bagaimana riwayat kesehatan yang bersangkutan.
Bagaimana riwayat kehidupan, seperti riwayat menstruasinya dan sebagainya. Hal-hal yang perlu untuk dijadikan dasar alat kontrasepsi, apa yang cocok untuk yang bersangkutan, jadi tidak main pasang," paparnya.
Sementara, Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim menerangkan, Pemerintah Kota akan terus mendorong berjalannya program ini hingga ke tingkat kecamatan. Hal ini dilakukan guna menyisir para akseptor KB baru atau pemula sehingga berdampak pada pengendalian penduduk di Jakarta Utara.
"Pak Wali Kota Jakarta Utara Syamsuddin Lologau sudah memerintahkan kepada camat bekerja sama dengan Danramil setempat, untuk menjalankan program ini selama enam bulan ke depan. Melakukan pendekatan dari para relawan, hingga apparat (Pemda, TNI-Polri) tentang bagaimana mengatur kelahiran penduduk di Jakarta Utara," jelasnya.
Baca juga : Lippo Malls Indonesia Beri Kemudahan Berzakat Lewat BAZNAS Saat Ramadhan
Seorang warga Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Anita Wulandari, mengaku senang dengan adanya program ini. Dirinya yang baru pertama kali mendatangi program ini mendapatkan pencerahan terhadap manfaat penggunaan kontrasepsi KB.
"Saya sangat setuju ya dengan pengendalian penduduk ini. Supaya Jakarta tidak semakin pada penduduk. Program dua anak cukup juga akan saya jalankan," katanya.
Diketahui, Pencanangan TNI Manunggal diisi dengan berbagai pelayanan kesehatan. Di antaranya pelayanan KB Kesehatan, pengobatan umum dan gigi, donor darah, IVA tes, imunisasi, sunatan masal, pemberian sembako, pemberian bibit pohon dan bibit ikan. Terdapat pula pemberian KTP-E, Akte kelahiran, dan KIA, kaca mata gratis, kursi roda, hingga bazzar. (Sep)