LampuHijau.co.id - Aksi koboi oknum polisi yang menembak mati anggota TNI dan dua pelayan bar di Cengkareng disoroti Indonesian Police Watch (IPW).
Menurut Neta S Pane, Ketua Presidium IPW, kejadian itu menunjukkan Jakarta semakin tidak aman. IPW pun mendesak, oknum polisi pelaku penembakan dijatuhi hukuman mati dan Kapolres Jakarta Barat harus segera dicopot dari jabatannya.
Baca juga : Oknum Polisi yang Tembak Mati Anggota TNI dan 2 Pelayan Bar Jadi TSK Pasal 338
Kata Neta, ada dua alasan kenapa Kapolres Jakarta Barat harus dicopot. Pertama, sebagai penanggungjawab keamanan wilayah dia membiarkan ada kafe yang buka hingga pukul 04.00, padahal saat ini tengah pandemi Covid 19.
"Kedua, Kapolres kurangan memperhatikan prilaku anak buahnya hingga terjadi peristiwa brutal yang diduga dilakukan anak buahnya di wilayah hukumnya," kata Neta dalam rilis yang diterima Lampu Hijau The Jak, Kamis (25/2/2021).
Baca juga : Dor... Dor... Dor... Anggota TNI dan 2 Pelayan Bar Tewas Ditembak Oknum Polisi
Kejadian yang sangat memprihatinkan ini bakal jadi PR Kapolri dan Kabareskrim yang belum 100 menjabat. "Sebab kasus tembak mati enam laskar FPI di Km 50 tol Cikampek saja belum beres," ujar Neta.
Parahnya, sambung Neta, korban yang ditembak oknum polisi itu adalah anggota TNI. "Untuk itu Polda Metro Jaya perlu bertindak cepat dan segera copot Kapolres Jakarta Barat yang bertanggungjawab terhadap keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut," tandasnya. (HEN)