Vaksinasi Mandiri Kayak Nggak Adil, Seperti Dahulukan Orang Kaya?

Senin, 22 Februari 2021, 14:08 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Pro kontra vaksinasi mandiri, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menegaskan bahwa skemanya bersifat korporasi. Artinya tidak diperjualbelikan untuk individu. Menurut Siti, pendekatannya klaster bukan individu. Jenis vaksin yang digunakan juga berbeda dengan yang digunakan pemerintah.

Perusahaan nantinya memberikan vaksin secara langsung kepada karyawan masing-masing melalui fasilitas kesehatan. Jika perusahaan menyatakan mampu, bisa juga diberikan kepada keluarga karyawan.

Berita Terkait : Isolasi Mandiri Masih Perlu, Jupiter: Anies Jangan Gegabah Dong!!!

Sedangkan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan skema vaksinasi gotong royong sedang disiapkan. Pemerintah akan memberikan panduan dalam pelaksanaannya. Pertama, adanya skema itu tidak lantas menghilangkan hak masyarakat untuk mendapatkan vaksin gratis. Kedua, vaksinasi gotong royong merupakan kerja sama antara pemerintah dan seluruh pihak, termasuk swasta, untuk mempercepat program vaksinasi nasional. 


“Semakin cepat vaksinasi semakin baik. Jangan sampai kekebalan masyarakat yang divaksin sudah selesai, tapi program vaksinasi belum rampung,’’ ucap Menkes.

Berita Terkait : Habis Mudik dan Tak Punya SIKM, Puluhan Pendatang Asal Jateng Dikarantina Mandiri


Ketiga, vaksinasi gotong royong tak boleh menimbulkan persepsi bahwa yang kaya akan didahulukan. Sebab, vaksinasi gotong royong bukan konsep bisnis namun mengajak semua pihak untuk gotong royong.(LHTJ)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal