LampuHijau.co.id - Banjir yang melanda permukiman Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan membawa duka bagi Pemerintah Kotamadya Jakarta Selatan. Seorang warga bernama Sutarmo (56), warga RT 13/06, Jati Padang meninggal dunia, karena terjebak dalam banjir pada Jumat (19/2/2021) malam.
Kabar duka itu membuat pilu Plt Wali Kota Jakarta Selatan, Isnawa Adji. Bersamaan dengan ucapan bela sungkawa, Isnawa Adji mewakili Pemerintah Kotamadya (Pemkot) Jakarta Selatan menyisipkan santunan kepada pihak keluarga. Penyerahan santunan itu disampaikan langsung Isnawa Adji bersama jajaran kepada pihak keluarga almarhum pada Minggu (21/2/2021).
Pihak keluarga pun menyambut itikad baik jajaran Pemkot Jakarta Selatan yang hadir bersama Kepolisian, PMI dan LMK Kelurahan Jati Padang.
Baca juga : Polda Kalsel Salurkan Bantuan Polda Metro Jaya untuk Korban Banjir
"Terima kasih kami ucapkan atas perhatian bapak sekalian," ungkap seorang perwakilan keluarga kepada Isnawa Adji.
Dalam kesempatan tersebut, Isnawa Adji menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas meninggal dunianya almarhum. Musibah yang menimpa Sutarmo menurutnya harus menjadi perhatian, khususnya dalam penanganan banjir. Sehingga peristiwa serupa tidak kembali terulang di masa depan.
"Innalillahi wa innalillahi rojiun, saya mewakili jajaran Pemerintah Kotamadya Jakarta Selatan menyampaikan bela sungkawa yang mendalam. Semoga sedikit dari kami bisa meringankan beban keluarga yang ditinggalkan," ujar Isnawa Adji.
Baca juga : IIPG terus Bergerak, Bantu Korban Bencana Banjir di Subang
Mengenai kronologis kejadian, Isnawa memaparkan, peristiwa terjadi ketika hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Ibu Kota, termasuk Bogor, Jawa Barat pada Jumat (19/2/2021) malam. Hujan yang terjadi sepanjang hari itu menyebabkan Kali Ciliwung meluap.
Informasi mengenai air kiriman dari wilayah Bogor pun telah disampaikan. Warga setempat pun bersiap mengungsi di wilayah lebih tinggi. Namun, Sutarmo rupanya tertinggal. Keluarga korban baru menyadari pintu rumah terkunci ketika derasnya air Kali Ciliwung mengalir deras memenuhi permukiman warga.
Pihak keluarga yang panik pun meminta sejumlah relawan untuk menyelamatkan almarhum. Upaya pendobrakan pintu rumah berlangsung dramatis lantaran air naik sangat cepat. Sementara pintu sangat sulit didobrak karena banjir sudah sedalam lebih dari satu meter.
Baca juga : Dahana Salurkan Bantuan Kebutuhan Pokok bagi Korban Banjir Pamanukan
"Setelah digedor pintunya akhirnya terbuka, namun almarhum telah tiada. warga kemudian mengevakuasi almarhum ke Masjid Hayatul Islam," ungkap Isnawa Adji.
Setelah dievakuasi, korban kemudian dimandikan dan dikafani serta dishalatkan untuk kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Kandang pada Sabtu (20/2/2021).
"Saya berterima kasih kepada warga, Ketua RT-RW, Kelurahan Jati Padang, LMK, pihak Kepolisian dan PMI yang berperan dalam musibah ini. Semoga semua pihak yang telah membantu diberikan balasan baik dari Allah Subhanahuwataalla," tutupnya. (RBN)