Sambangi Korban Banjir, Wanita Emas: Masyarakat Butuh Kerja Nyata Bukan Retorika

Sabtu, 20 Februari 2021, 21:25 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Hujan deras membuat beberapa wilayah di Ibu Kota banjir. Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban banjir, Ketua Umum Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas) Hasnaeni atau Wanita Emas menyambangi lokasi pengungsian banjir Cipinang Melayu di Universitas Borobudur, Jakarta Timur.

Saat mengunjungi lokasi pengungsian, Wanita Emas memberikan sejumlah bantuan berupa sejumlah paket sembako, obat-obatan dan juga uang.

Berita Terkait : Wanita Emas Dukung Larangan Mudik

Di hadapan para pengungsi, Hasnaeni menyampaikan sejumlah sentilan, bahkan blak-blakan soal kinerja Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta yang dinilai tidak mampu mengantisipasi banjir di Ibu Kota.

Wanita Emas yang juga menjadi korban banjir, mempertanyakan sikap, sekaligus langkah Anies dalam menghadapi banjir yang sedang melanda sejumlah wilayah di Jakarta saat ini.

Berita Terkait : Dalam Setiap Pembahasan RUU Prioritas, Ketua DPR RI Ajak Masyarakat Ikut Beri Masukan

"Rasanya persoalan yang sama setiap pergantian Gubernur, masih hal sama yang saya rasakan dan hari ini juga saya menjadi korban banjir. Rumah saya rasanya bukan kali ini juga kebanjiran, dua lantai penuh. Jadi saya sangat prihatin dan saya kira kita krisis kepemimpinan di DKI ini, walaupun Gubernurnya sudah datang meninjau warganya, tapi yang saya maksud adalah bukan hanya tinjauan," kata Hasnaeni di Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Sabtu (20/2/2021).

Menurut Hasnaeni, pemimpin seharusnya tidak hanya melakukan tinjauan, tetapi harus ada kerja nyata. Menurutnya, Anies terlalu banyak beretorika dan mengunjungi warga.

Berita Terkait : Moeldoko Jadi Ketum Demokrat, Ini Kata "Wanita Emas"

"Masyarakat butuh ada kerja nyata yang bisa membantu mereka keluar dari masalah. Gubernur kita (Anies Baswedan) terlalu banyak retorika dan enggak pernah memberikan solusi kepada masyarakat," katanya.

Bahkan, ia meminta Anies Baswedan untuk tidak bermimpi menjadi Presiden. "Membereskan DKI saja tidak mampu, apalagi bermimpi ingin menjadi Presiden RI (Republik Indonesia). Lupakan khayalan itu," tandasnya. (DRS)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal