Wagub DKI Kecewa Kandidat Cawalkot Jaksel Dinilai Miring oleh Pimpinan DPRD

Selasa, 16 Februari 2021, 21:29 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara terkait penilaian miring yang disampaikan pimpinan DPRD DKI Jakarta terhadap dua kandidat Calon Wali Kota (Cawalkot) Jakarta Selatan.

Padahal cawalkot yang diajukan Gubernur DKI Anies Baswedan itu sudah melalui pertimbangan yang matang. “Kami di Pemprov dalam mengisi jabatan kosong ada syarat dan ketentuan. Tentu apa yang diputuskan Pak Gubernur melalui sebuah proses yang panjang, jadi tidak ujug-ujug orang jadi wakil, jadi wali kota, jadi kepala dinas. Tidak begitu ya,” ujar Ariza di Balai Kota DKI pada Selasa (16/2/2021) malam.

Ariza mengatakan, nama-nama yang dicalonkan sebagai wali kota maupun Bupati telah melalui pertimbangan yang matang dan aturan yang berlaku. Pemprov DKI Jakarta melihat kepangkatan aparatur sipil negara (ASN) untuk menempati jabatan tertentu di pemerintahan.

“Semuanya harus terpenuhi, termasuk administrasi kepangkatan. Tentu integritas dan kompetensi juga harus dipenuhi,” kata Ariza.

Baca juga : Tiga Kelurahan di Jaksel Jaring 44 Pelanggar PSBB

Ariza lalu menyarankan kepada dewan yang tidak setuju dengan nama yang dicalonkan Anies, agar duduk bersama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk mendiskuskan hal tersebut.

Ariza memastikan akan menjalin kerjasama yang baik dengan DPRD DKI Jakarta. “Kalau ada teman-teman yang belum setuju, nanti kami diskusikan. Apa yang menjadi penyebab. Prinsipnya kami ingin bekerjasama yang baik antara eksekutif dengan legislatif dalam rangka membangun Jakarta yang baik juga,” imbuhnya.

“Silakan sampaikan kalau ada yang kurang puas untuk diskusikan, tapi perlu kami sampaikan bahwa pak Gubernur dalam menyusun dan memutuskan selalu mempertimbangkan banyak hal,” tambahnya.

Diketahui, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menolak dua nama calon Wali Kota Jakarta Selatan yang diajukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Baca juga : Hasil Kunker DPRD Bangka Tengah, Pemkot Jaksel Dinilai Sukses Menata Kawasan Kumuh

Kedua nama itu adalah Isnawa Adji yang kini menjadi Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Jakarta Selatan dan Yani Wahyu Purwoko yang kini menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Barat.

Prasetyo menilai, kedua nama cawalkot Jakarta Selatan itu tidak mencerminkan sikap pemimpin wilayah yang memiliki jiwa pamong. Pertama, Prasetyo mempersoalkan pernyataan Isnawa Adji di salah satu media beberapa waktu lalu, yang menyebut banjir di Pejaten Timur akan surut dengan sendirinya.

Kemudian warga yang mengungsi di masjid dan pasar bakal kembali lagi ke rumahnya masing-masing. Prasetyo menilai, pernyataan Isnawa tidak menggambarkan solusi dalam penanganan korban banjir.

“Harusnya dia cari solusi, misalnya nanti dibuatkan perencanaan dan anggaran untuk normalisasi kali-kali di Pesanggrahan atau upaya lain,” kata Prasetyo di DPRD DKI Jakarta pada Selasa (16/2/2021).

Baca juga : Jalan Kaki Mengitari GBK, Puan Ingatkan Berolahraga Penting di Masa Pandemi

Sementara untuk Yani Wahyu Purwoko, kata Prasetyo, memiliki rekam jejak yang kurang baik ketika menjadi Camat Penjaringan, Jakarta Utara pada 2015 silam. Yani sempat menodongkan pistol airsoft gun kepada warga Kalideres, Jakarta Barat kala itu.

“Kalau Pak Yani kan beberapa alasan, dulu pernah jadi Camat yang bawa senjata, aroganlah. Jadi punya track record yang nggak baiklah,” kata politisi PDIP yang akrab disapa Om Pras ini. (RBN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal