LampuHijau.co.id - Pemkot Jakarta Pusat melalui Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat mulai membangun kolam retensi (embung) seluas 2.000 meter di pinggir Jalan Letjen Suprapto, depan Ruko ITC Cempaka Mas, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (11/02/2021). Kolam retensi tersebut dibangun di atas lahan jalur hijau milik Pemda DKI Jakarta, dan diharapkan dapat menanggulangi banjir di sepanjang Jalan Letjen Suprapto.
Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi menegaskan, langkah ini dilakukan sebagai persiapan banjir. Meski begitu, di Jakarta Pusat tidak terlalu banyak genangan yang terjadi sejak awal tahun 2021.
"Kemarin alhamdulillah, Jakarta Pusat banjir tidak terlalu banyak genangan, cukup bagus. Pompa dan sumur resapan kita sudah bikin dengan Kasudin SDA Jakpus Pak Saiful. Ini kebetulan ada tanah kita, tanah negara kosong di depan ITC Cempaka Mas, kurang lebih ada 2.000 meter. Kita percayakan, kita bikin embung (kolam retensi) di sini," tegasnya.
Baca juga : Tiga Pilar Jakpus Bagikan Ribuan Masker demi Tekan Angka Covid-19
Berdasarkan hasil monitoring Irwandi, genangan air kerap terjadi di sepanjang Jalan Letjen Suprapto. "Kalau ini ada embungnya, air itu masuk kesini. Insya Allah kalau ini jadi embungnya tidak ada banjir di Jalan Letjen Suprapto," ujarnya.
Irwandi berharap, kalaupun terjadi genangan air di wilayah Jakarta Pusat, dapat kering di bawah 6 jam. "Kita berharap di Jakpus genangannya kurang lebih 5 persen dan itu bisa diatasi. Itu berkat upaya teman-teman UKPD SDA, Lurah, Camat dan tim seluruhnya berkolaborasi menghindari banjir," ungkapnya.

Baca juga : Sudin BM Jakpus Tambal Jalan Rusak di Jalan Protokol
Sementara Kasudin SDA Jakarta Pusat Ahmad Saiful menambahkan, pihaknya akan membuat embung berkedalaman 3 meter dengan luas 2.000 meter. Pengerjaan menggunakan dua alat eskavator dan enam unit Dump Truk. Target waktu penyelesaian 3 bulan kedepan.
"Ini upaya yang selama ini kita laksanakan untuk menanggulangi banjir di Cempaka Putih. Kita sudah buat kolam retensi di beberapa titik. Sedangkan embung ini sudah melalui proses administrasi, kebetulan ini lahan Pemda yang bisa kita laksanakan. Setelah kita sudah dapat info baru bisa kita eksekusi," bebernya.
Lokasi pembangunan embung di lokasi ini akan dilengkapi dengan kolam retensi dan pompa apung. "Kami harap dapat bekerja optimal. Di sini, embung ini kombinasi pompa dan kolam retensi yang bersifat kombinasi dan memanfaatkan lahan seluas 2.000 meter. Kita juga siagakan 11 unit pompa apung yang tersebar di 8 kecamatan," pungkasnya. (RKY)