LampuHijau.co.id - Banjir di kawasan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan mulai surut sejak Selasa (9/2/2021). Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan langsung bergerak cepat membersihkan lumpur guna memulihkan lingkungan warga.
Bahkan, Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji terlihat terjun langsung menyerokin sisa lumpur di RW 07 Rawajati, pada Rabu (10/2/2021) pagi.
Dengan sepatu bot andalannya, Isnawa Adji yang didampingi Camat Pancoran Rizki Adhari, berbaur bersama puluhan petugas penanganan sarana dan prasarana umum (PPSU) Kelurahan Rawajati serta petugas Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan.
Baca juga : Sambangi Lokasi Banjir, Plt Wali Kota Jaksel Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi
Mereka membersihkan lumpur dan sampah yang masih tersisa di permukiman warga, antara lain RT 10 RW 01, RT 1, 3, 4, 10 RW 3, RT 15 RW 06 dan RT 1, 2, 3, 4, 5, 6 RW 07.
Saat ditemui di lokasi, Isnawa Adji mengatakan, Rawajati merupakan wilayah terpapar banjir terbanyak di Jakarta Selatan. Tercatat ada sebanyak 12 RT di 4 RW yang terendam banjir sejak Senin (8/2/2021).
Lokasinya yang berada persis di sisi Kali Ciliwung pun menjadi alasan utama seringnya permukiman warga kebanjiran. Terlebih, warga yang bermukim di bantaran Kali Ciliwung.
Baca juga : 9 Pegawai Terpapar Covid, Gedung Blok A Kantor Wali Kota Jaksel Ditutup Selama Tiga Hari
"Jadi begitu ada air kiriman (dari Bogor) datang, wilayah di sepanjang Kali Ciliwung kebanjiran. Karena lokasinya memang persis di pinggir kali, dan cekungan," ungkap Isnawa Adji di Rawajati, pada Rabu (10/2/2021).
Oleh karena itu, solusi utama untuk menanggulangi banjir di wilayah Rawajati ataupun Pejaten Timur, Pasar Minggu yang rawan banjir adalah normalisasi.
Mirip dengan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur turap beton sekaligus pengerukan akan menambah luasan kali. Sehingga debit Kali Ciliwung yang naik ketika memasuki puncak musim penghujan tidak limpas hingga menggenangi permukiman warga kembali.
Baca juga : Diberi Marga Ginting, Calon Wali Kota Tangsel Muhamad Didukung Masyarakat Karo
"Pencegahan banjir sudah sering dibahas, kuncinya normalisasi dan pengerukan, sehingga dapat mencegah banjir," tandasnya. (RBN)