Hujan Lebat, TPU Karet Bivak Kembali Terendam Banjir

Minggu, 7 Februari 2021, 21:14 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), drainase, dan sumur resapan di kawasan sekitar TPU Karet Bivak, Tanah Abang belum sepenuhnya berfungsi optimal menyerap air hujan. Terlebih jika intensitas hujan lebat melanda kota Jakarta, beberapa titik lokasi Jakarta Pusat masih ada yang tergenang.

Salah satunya di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Puluhan liang makam milik warga itu kembali terendam banjir, Minggu (07/02/2021).

Kasudin Pertamanan dan Taman Kota Jakarta Pusat Mila Ananda membenarkan adanya genangan air yang terjadi di TPI Karet Bivak. Mengetahui ada genangan air, Mila mengaku langsung melakukan penyedotan air dengan bantuan Sudin Gulkarmat Jakpus.

Berita Terkait : Perkara Dugaan Pemalsuan, Amarta Desak Kejati DKI Segera Menindaklanjuti

"Kami kerahkan tujuh truk tangki untuk menyedot air dan dibuang ke tempat lain. Truk Gulkarmat juga menyedot air dan dialirkan ke kali belakang. Saya harap kedepan ada penanganan yang bersifat permanen," katanya saat dihubungi wartawan.

Mila menegaskan, pada bagian belakang TPU Karet Bivak juga terdapat embung atau sumur resapan. Ia pun akan mengusulkan lokasi embung agar dapat diperdalam.

Berita Terkait : Alasan Lewat Jam Kerja, Petugas TPU Kalisari Tolak Pemakaman Jenazah Seorang Nenek

"Nanti saya berkoordinasi dengan SDA atau ditambah pompa, jadi bisa difungsikan ketika air tinggi itu bisa disedot ke kali," tambahnya.

Lebih jauh Mila menuturkan, kondisi lahan tanah di Blok 15, 16, dan 17 terdapat cekungan yang cukup rendah. Adanya cekungan di area pemakaman itu yang membuat lokasi rentan dengan genangan.

Terlebih posisi TPU Karet Bivak, lanjutnya, berada di bawah permukaan saluran air yang ada di jalan. Melihat kondisi jalan lebih tinggi dibanding dataran TPU, menyebabkan air terus tergenang jika hujan lebat melanda.

Berita Terkait : Basri Baco Golkar Kirim Bantuan Untuk Dapur Umum

"Itu yang menjadi kendala tuh. Jadi, kita enggak bisa buang air ke saluran di jalan, tapi ya harus ke kali (Krukut) belakang. Jika debit air kali lagi tinggi, kita juga alami kendala. Genangan terjadi karena berada di tanah cekungan," bebernya.

Mila berharap adanya pompa mobile yang siaga untuk menyedot air yang dialirkan ke kali belakang. Kemudian kembali memperdalam embung agar dapat menampung lebih banyak air. "Kalau embung ditambah enggak mungkin karena lahannya terbatas. Kita enggak mungkin mengorbankan petak makam," tutupnya. (RKY)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal