LampuHijau.co.id - Sebanyak 50 warga mendatangi Mapolsek Metro Gambir untuk mengikuti rapid test antigen gratis yang disediakan aparat kepolisian, Selasa (02/02/2021). Setelah mengikuti swab antigen, warga juga mendapatkan bantuan sembako yang diberikan langsung Kapolsektro Gambir AKBP Kade Budiarta.
"Kami tiga pilar melaksanakan swab antigen dan pembagian sembako kepada warga Kecamatan Gambir yang tidak mampu. Hari ini kerja sama dengan Babinsa, dan warga ada 50 yang mendapatkan sembako," tegas Kapolsek.
Pembagian sembako tersebut, kata Kapolsek dipastikan tepat sasaran. Pasalnya petugas sudah melakukan survey ke rumah warga sebelum membagikan sembako.
Baca juga : Polrestro Jakpus dan Polsektro Gambir Bagikan Ratusan Masker
"Nanti ini berlanjut. Kita menjaga jarak dan jumlah, hari ini hanya 50 orang. Ke depan akan ada 50 warga lagi. Kegiatan ini harus memperhatikan protokol kesehatan. Kita lihat berapa jumlah warga yang membutuhkan, biasanya (warga) zona merah yang kita dahulukan. Alat rapid dan rapid antigen sudah banyak bantuan dari Polda (Metro Jaya)," paparnya.
Kegiatan ini merupakan program Tiga Pilar Gambir yang bertujuan menekan penyebaran Covid-19, yang selama ini menjadi polemik. Hadir pula Camat Gambir Fauzi dan Danramil Gambir.
"Dengan adanya swab antigen dapat mengantisipasi dari penularan virus tersebut, Bapak dan Ibu tidak perlu takut dan khawatir. Saya harap seluruh warga yang ada di sini sehat semua. Kalaupun hasilnya negatif, tetap saya arahkan menjalankan 5M," ujarnya.
Baca juga : Alumni Akpol 2000 Berikan Dana Bantuan untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan
Camat Gambir Fauzi menambahkan, kegiatan ini menjadi bagian upaya Pemda dan masyarakat untuk testing sejauh mana tingkat kesehatan masyarakat. "Kita tetap melaksanakan 5M. Kita harap semua hasilnya negatif. Kasus covid ini masih terus bertambah, di Jakpus masih diupayakan menekan kasus ini," tambahnya.
Meski wilayah Gambir ada informasi hari ini membaik, sambungnya, tapi jajaran tiga pilar tidak terlena. Pada tiap operasi tertib masker pihaknya menemukan masih banyak warga yang melanggar prokes dengan tidak memakai masker.
"Tiap hari ada operasi tertib masker dan setiap hari ada 50 orang pelanggar tak bermasker. Kemudiam Pak Kapolsek di seluruh kelurahan membuat Kampung Tangguh. Mudah-mudahan ini tidak dapat dipisahkan dan dapat memutus mata rantai covid," tutup Camat. (RKY)