LampuHijau.co.id - Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono mengatakan kasus Covid-19 di Jakarta sedikit menurun dari perkiraan Pandu, karena pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. "Efek dari pembatasan mungkin ada," kata dia saat dihubungi wartawan kemarin.
Pandu menuturkan pergerakan penduduk keluar rumah menurun. Dia tak merinci datanya. Akan tetapi, lanjut dia, pengetatan pembatasan atau disebut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) belum bisa melandaikan jumlah kasus Covid-19 secara signifikan.
Menurut dia, PSBB seperti yang berlangsung pada April 2020 memiliki dampak cukup besar untuk mengendalikan penularan virus Corona. Pembatasan juga harus dibarengi dengan pengetatan 3T (tracing, testing, dan treatment) dan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir, dan menjaga jarak.
Baca juga : Bila Tak Ada Pengawasan, Diprediksi Kasus Covid-19 Akan Meningkat
Sebab, pengetatan tak mungkin berlangsung 100 persen lantaran masih ada sektor tertentu yang perlu berkegiatan. "Mereka yang berkegiatan harus benar-benar mempraktikkan itu (3M)," beber dia.
Pandu Riono berujar, pemerintah pusat seharusnya membantu daerah-daerah memperkuat fasilitas kesehatan penanganan Covid-19. Tujuannya agar antar pemerintah daerah, seperti Jabodetabek, dapat saling gotong-royong merawat pasien lintas daerah. "Kalau Jakarta penuh bisa ke Bekasi, jangan semuanya dirujuk ke Jakarta, kasian," ujarnya lagi.
Menurut Pandu Riono, saat ini pemerintah pusat tak membantu penguatan rumah sakit di luar Jakarta. Sementara itu, 24 persen pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan Jakarta berasal dari Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).
Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat 63 persen pasien merupakan warga Ibu Kota. Itu artinya, seperempat ICU dan tempat tidur isolasi di rumah sakit rujukan diisi oleh warga Bodetabek. Data ini tercatat per 17 Januari 2021 dengan total 8.890 ICU dan tempat tidur.
Pandu menyatakan, kondisi pandemi Covid-19 Jakarta juga dipengaruhi daerah sekitarnya di Bodetabek. "Semuanya berdampak langsung ke Jakarta. Kalau lihat hanya Jakarta, seakan-akan Jakarta tidak pernah turun," tegas Pandu Riono.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan memperketat PSBB mulai 11 Januari 2021 sampai kini. Keputusan itu merujuk pada arahan pemerintah pusat yang menerapkan PPKM mengingat kasus nasional melambung tinggi.
Baca juga : Cegah Covid-19, Semua Tempat Wisata Jakarta Ditutup
Penambahan kasus Covid-19 di Ibu Kota lebih dari seribu setiap harinya sejak pertengahan November 2020. Bahkan, penambahan kasus harian kerap tembus 2-3 ribu mulai akhir Desember 2020 hingga sepanjang Januari 2021.(DRI)