LampuHijau.co.id - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwilkumham) DKI Jakarta Liberty Sitinjak menegaskan, pihaknya segera mengoptimalkan intelejen lapas untuk mengantisipasi penyelundupan narkotika yang makin masif.
"Optimalisasi intelejen lapas, itu yang mau kita garap ke depan ini. Supaya betul-betul dapat mendeteksi orang-orang yang pantas kita curigai. Sekarang kita harus lebih kencang. Itulah ke depan yang akan kita targetkan dalam mengatasi kondisi lapas itu. Kami harus memperbaiki diri kami sendiri," ungkapnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (27/01/2021) malam.
Pembentukan intelejen tersebut, sambungnya, akan dikoordinasikan ke Direktorat Jenderal. Menurut Sitinjak, di Direktorat Jendral itu ada Direktur Kemanan dan Intelejen.
"Ini yang saya minta nanti dioptimalkan dari Dirjen, apakah memakai dari Dirjen atau ada yang dia tunjuk dari dalam secara silent. Ini masih koordinasi lagi, karena tanpa itu kita selalu kebobolan," papar pria yang meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) Kanwilkumham Tahun 2020 itu.
Baca juga : Eksis Bangun Jakarta, Sarana Jaya Miliki Aset dari Hunian Hingga Mal

Sementara terkait maraknya isu keterlibatan pegawai dalam memasukkan handphone serta barang terlarang lainnya ke dalam rutan dan lapas, Sitinjak membantah adanya stigma tersebut. Pasalnya, beberapa kali pihak kepolisian berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika yang melibatkan narapidana di Lapas Cipinang, Lapas Salemba, dan Rutan Cipinang.
Baca juga : Satreskrim Polresta Cirebon Bagikan Nasi Kotak untuk Warga Terdampak Corona
"Yang perlu dicatat, enggak ada itu pegawai kita yang secara terang-terangan bahwa bebas bawa sabu ke dalam. Itu bisa saya buktikan dari beberapa anak buah kita yang jadi narapidana. Itu fakta sekali," kata pria yang membina 41 LBH dengan menerapkan manajemen organisasi profesional tersebut.
Liberty Sitinjak berjanji akan menindak tegas setiap pegawai yang melanggar aturan dan disiplin. "Kita akan lakukan peningkatan pengawasan secara ketat. Kita juga lakukan pembinaan kepada pegawai itu," tutup pria yang juga mengejar predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2021 mendatang. (RKY)