Waduh 20 Ribu Warteg di Jabodetabek Bakal Tutup (Gara-gara PPKM Diperpanjang) 

Senin, 25 Januari 2021, 23:59 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta diperpanjang lagi, hingga dua pekan ke depan. Tak hanya bagi mall dan pusat perbelanjaan yang kena dampak, tapi warteg atau warung tegal juga. Bahkan akan ada 20 ribu warteg di Jabodetabek yang akan tutup. Perpanjangan PSBB tertuang dalam Kepgub Nomor 51 Tahun 2021 tentang perpanjangan pemberlakuan jangka waktu dan pembatasan aktivitas luar rumah pembatasan sosial berskala besar. Aturan tersebut berlaku mulai 26 Januari hingga 8 Februari 2021. Salah satu perubahannya adalah mal bisa buka hingga pukul 20.00 WIB.."Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall, pembatasan jam operasional sampai dengan pukul 20.00 WIB," tulis Kepgub itu.

Pengelola restoran jika diberikan waktu untuk memberikan layanan makan di tempat atau dine-in lebih lama, hingga pukul 20.00 WIB. "Warung makan, rumah makan, kafe, restoran, pedagang kaki lima/lapak jajanan pada lokasi binaan dan lokasi sementara; Pembatasan makan/minum di tempat sebesar 25 persen, dine-in sampai dengan pukul 20.00 WIB, layanan makanan melalui pesan antar/dibawa pulang tetap diizinkan sesuai dengan jam operasional restoran," katanya.

Baca juga : Ratusan Rumah Warga di Muara Gembong Diterjang Rob


Awalnya, pada PSBB 11 Januari-26 Januari 2021, mal dan kegiatan makan di tempat di restoran hanya diizinkan sampai pukul 19.00 WIB. Meski ada angin segar bagi pengusaha restoran atau pengelola mall, namun bidang usaha restoran kelas bawah seperti warteg yang dianggap bisa bertahan layaknya UMKM, ternyata ikut goyah, 

PPKM membuat usaha warteg lesu hingga terancam bangkrut. Para pemilik warteg menghadapi sepinya konsumen karena pembatasan kegiatan. Selain itu kena dampak karena kenaikan harga sejumlah bahan pangan, seperti naiknya harga tempe, hingga daging sapi. Belum lagi biaya sewa tempat yang tidak turun. “Sekarang bukan masalah sepi, tapi ketidakpastian usaha sampai kapan ini yang membuat stres, sementara argo sewa kontrakan tetap jalan,” kata Koordinator Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni, dikutip dari kumparan.

Baca juga : Waduh! Dirtek AC Milan Bakal Dipecat


Menurut prediksinya sekitar setengah dari warteg di Jabodetabek, bakal tutup. Jika dijumlah mungkin sekitar 20 ribu warteg. Salah satu penyebab sepinya pembeli, menurut Mukroni, adalah karena kebijakan pembatasan kegiatan. Apalagi kini Pemerintah telah memutuskan memperpanjang PPKM di sejumlah kota di Jawa dan Bali. Orang yang masuk kantor hanya 25 persen.
Penolakan atas pembatasan kegiatan itu sudah disampaikan oleh beberapa asosiasi dengan berkirim surat kepada pemerintah. Namun, pemerintah memutuskan tetap memperpanjang penerapan aturan tersebut hingga 8 Februari 2021.(LHTJ)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal