Harusnya yang Suspek Bukan yang Mau Bepergian

Pelaksanaan Testing di Indonesia Salah Sasaran

Senin, 25 Januari 2021, 10:08 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Penularan Covid-19 di Indonesia masih saja tinggi. Angka kasus positif semakin bertambah, bahkan per hari pertambahannya sangat signifikan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mulai membaca penanganan Covid-19 secara menyeluruh. Baginya pelaksanaan testing di Indonesia salah sasaran. Selain 3 M, yakni menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan, ada lagi 3 T untuk mengurangi penyebaran virus Corona. 3 T yakni testing, tracing dan treatment. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengkritik pelaksanaan 3 T ini. Meski kini sudah melampaui standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk pelaksanaan testing-nya, tetap saja kasus naik tiap hari hingga belasan ribu kasus sehari.


Menurutnya, testing  di Indonesia dilakukan dengan cara yang salah. Semestinya, kata dia, yang di-testing adalah orang yang berstatus suspek atau seseorang kontak erat dengan pasien Covid-19. “Testing, tracing, dan treatment (3T) serta isolasi bagaikan menambal ban bocor. Tapi kita kan tidak disiplin. Cara testing-nya kita salah,” katanya.

Berita Terkait : Kudu Sabar, Masyarakat Biasa Paling Terakhir Dapet Vaksin

“WHO juga bilang strategi atasi pandemi itu bukan hanya vaksin. Bukan hanya urusin RS. Itu di ujung sudah telat. Yang mesti diurus perubahan protokol kesehatan saat pandemi, dan pascapandemi,” tambahnya.


Baginya testing yang dilakukan di Indonesia salah karena dilakukan pada seseorang seperti dirinya. Dia menyebut bisa 5 kali dalam seminggu diswab untuk bolak-balik istana. “Testing-nya banyak, tapi kok naik terus? Habis yang dites orang kayak saya. Setiap kali mau ke presiden dites, ke presiden dites. Tadi malam saya barusan swab. Seminggu bisa 5 kali swab. Memang benar gitu? Testing kan gak gitu harusnya,” jelasnya.

Berita Terkait : Akhiri Covid-19 dengan Vaksin dan Penerapan Protokol Kesehatan

“Testing epidemiologi bukan testing mandiri. Yang dites tuh orang yang suspek. Bukan orang yang mau pergi. Kayak Budi Gunadi Sadikin dites. Nanti terpenuhi tuh testingnya standarnya naik, yang kayak gitu-gitu, ini harus dibereskan,” paparnya.


Sementara itu kasus harian positif Covid-19 di Indonesia bertambah 13.632 orang, per Jumat (22/1). Angka ini menjadikan akumulasi kasus positif hingga kini mencapai 965.283 orang. Sebanyak 8.357 orang sembuh. Dengan begitu jumlah kasus sembuh mencapai 781.147 orang. Adapun tambahan kematian harian mencapai 250 orang, dengan total angka kematian menembus 27.453 orang.(LHTJ)
 

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal