Harga Melonjak, Pedagang Daging di Cempaka Putih Pilih Mogok

Rabu, 20 Januari 2021, 18:46 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Seruan mogok dagang kepada sejumlah pedagang daging se-Jabodetabek, ditanggapi pedagang daging Pasar Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (20/1/2021). Banyak dari mereka justru malah memilih tidur-tiduran di atas lapaknya, bentuk protes naiknya harga daging di pasaran belakangan ini.

Yusuf, salah satu pedagang daging sapi Cempaka Putih mengatakan, jika Rabu ini seluruh pedagang tengah melakukan aksi mogok selama tiga hari ke depan, imbas harga daging naik.

"Ya, hari ini (kemarin) pedagang daging Pasar Cempaka Putih memilih mogok tidak berdagang sebagai bentuk aksi protes terkait kenaikan harga daging," katanya ditemui di Pasar Cempaka Putih.

Menurutnya, sehubungan masih dalam situasi pandemi COVID-19, seluruh pedagang tidak melakukan aksi demo. Sehingga kali ini para pedagang hanya tidur-tiduran di atas lapak mereka, karena melakukan aksi mogok.

Baca juga : Harga Kedelai Naik, Pedagang Tahu Tempe Mogok

"Kita lebih memilih tidur-tiduran seperti ini dari pada harus berjualan, karena dengan kondisi harga yang seperti itu sudah pasti tidak ada yang membeli. Kita melakukan aksi mogok ini selama tiga hari," katanya.

Kenaikan harga daging sapi terbilang cukup signifikan, sebab saat ini harga daging sapi telah menyentuh di harga Rp140 ribu per kilogram. Harga ini terbilang cukup tinggi dibandingkan sebelumnya. Sebab pada bulan Desember 2019, harga daging sudah merangkak naik di harga Rp80 ribu per kilogramnya. Namun sejak awal Januari 2021, kenaikan terus terjadi hingga menyentuh di harga Rp140 ribu per kilogram.

Sementara Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Pusat tengah berkoordinasi dengan pihak terkait, mengenai kemungkinan operasi pasar akibat kenaikan harga daging sapi. Plt Sudin KPKP Jakarta Pusat Mujiati mengatakan, hasil melakukan monitoring sejumlah pasar di Jakarta Pusat, hampir 100 persen pedagang daging sapi tidak berjualan hari ini.

Hingga saat ini, Sudin KPKP Jakarta Pusat tengah berkoordinasi dengan Dinas KPKP DKI Jakarta mengenai kondisi kenaikan harga daging sapi di pasaran hingga aksi mogok para pedagang.

Baca juga : Jumlah Pengangguran Melonjak, Menaker: Dampak Pandemi Covid-19

"Kami sudah melakukan pemantauan di pasar di wilayah Jakarta Pusat dan tidak ditemukan pedagang yang berjualan untuk hari ini," kata Mujiati, Rabu (20/1/2021).

Bahkan saat ini, sambungnya, Dinas KPKP juga tengah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti BUMD, PD Dharma Jaya, serta kementerian untuk mengambil langkah, termasuk kemungkinan dilakukan operasi pasar.

"Tapi tentang hal ini kami menunggu informasi dari Dinas KPKP, apakah memungkinkan atau tidak (operasi Pasar)," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Dirut PD Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengatakan, pihaknya siap untuk mendukung Pemprov DKI Jakarta dalam kegiatan operasi pasar penyediaan daging. "Kami memiliki stok daging sapi beku sebanyak 838,4 ton siap untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan daging di masyarakat,” jelasnya saat dihubungi wartawan.

Baca juga : Kurangi Impor, Warga Diminta Dukung Pengembangan Vaksin Merah Putih

Lanjut Raditya, tentunya selain Dharma Jaya, masih ada pihak lain yang akan mendukung kegiatan operasi pasar seperti Bulog DKI Jakarta, Pasar Jaya, DKPKP DKI Jakarta, dan lainnya. Tentu ini menjadi sinergi yang baik dalam mengendalikan persediaan dan harga daging.

"Nanti untuk mekanisme operasi pasar, kami menunggu arahan dari DKPKP DKI Jakarta, intinya kami siap," pungkasnya. (RKY/ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal