Mualaf Baduy Dapat Bantuan dari Indonesia CARE dan Komunitas Jurnalis Filantropi

Senin, 11 Januari 2021, 09:46 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Di Ciboleger, Lebak, Banten hidup 50 kepala keluarga (KK) terdiri dari ratusan jiwa, yang merupakan masyarakat mualaf Baduy. Di lahan seluas 10,5 Ha, Para mualaf berjuang hidup mengandalkan hasil bumi dengan bercocok tanam, yang dijual kepada para wisatawan dan masyarakat yang berkunjung ke permukiman mereka di lembah barokah, Ciboleger.

Ketua Yayasan Spirit Membangun Ukhuwah Islamiyah, Ashari selaku pengelola permukiman ini mengungkapkan, taraf hidup mualaf Baduy berada di bawah garis kemiskinan. "Kawasan ini secara ekonomi jauh tertinggal dengan Jakarta," ujarnya, Minggu (10/1/2021).

Baca juga : Namanya Rumah Perbatasan (Ruang Tamu di Indonesia, Dapurnya Masuk Wilayah Malaysia)

Mereka tinggal di rumah-rumah bilik bambu persis di belakang Masjid Al Fatih Ciboleger, dalam beberapa kluster. Di kawasan tersebut, juga terdapat tempat pendidikan agama, musala, serta masjid besar Al Fatih yang sedang tahap finishing.

Baca juga : Pencarian Bakat Seni, Byarr Indonesia Sudah Masuki Babak Grand Final

Dan pada hari Minggu kemarin, lembaga kemanusiaan Indonesia CARE bersama komunitas Jurnalis Filantropi Indonesia (JUFI) dan lembaga kemanusiaan lainnya menggelar kegiatan sosial dengan mendistribusikan bantuan uang tunai sebagai modal usaha, logistik pangan, mushaf Al Qur'an, juga masker.

Perhatian Indonesia CARE, JUFI, Al Azhar, IDC, HDMI, Jamaah Pengajian Sentul, dan lain-lain langsung direspons antusias warga mualaf Baduy. Salah satu warga, Maria menyampaikan terima kasih atas perhatian lembaga-lembaga kemanusiaan kepada mereka.

Baca juga : Penanganan Pandemi, BAZNAS Serukan Pentingnya Filantropi

Direktur Eksekutif Indonesia CARE Lukman Azis di lokasi kegiatan mengatakan, kegiatan ini bagian dari strategi mengurangi beban ekonomi di era Pandemi Covid-19. "Saat pembagian masker, sembako, jilbab, Al Quran, serta uang tunai, nampak keceriaan pada wajah mereka. Alhamdulilah, bisa ikut serta menyenangkan mereka," tuturnya seperti dalam rilis yang diterima media, Senin (11/1/2021).

Lukman melanjutkan, ke depan, Indonesia CARE bakal membantu upaya perekonomian warga dengan mengembangkan pemberdayaan budidaya ikan hias. "Bila kadar pH-nya memungkinkan, kita akan coba budidaya tersebut. Pembina kami sebelumnya, Bapak Hamdan Zoelva sudah melakukan penanaman bibit kopi juga di tempat ini," imbuhnya. (YUD)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal