Kudu Sabar, Masyarakat Biasa Paling Terakhir Dapet Vaksin

Selasa, 29 Desember 2020, 23:24 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Ada 3 kelompok yang jadi prioritas mendapatkan vaksin. Setelah 3 kelompok ini tervaksin semua, baru kemudian menyasar ke masyarakat umum. Tiga kelompok tersebut yakni tenaga kesehatan, petugas pelayanan publik, dan warga lanjut usia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan tahapan-tahapan pemberian vaksin Covid-19. Prioritas pertama yang akan divaksinasi adalah tenaga kesehatan. "Jadi tahap pertama dilakukan adalah vaksinasi ke tenaga atau petugas kesehatan, health workers. Di Indonesia ada 1,3 juta orang di 34 provinsi," ujar Budi, Selasa (29/12/2020).

Setelah para tenaga kesehatan rampung semua, tahap kedua vaksinasi diberikan kepada petugas pelayanan publik yang berjumlah 17,4 juta orang. Tahap ketiga kepada masyarakat lanjut usia di atas 60 tahun. Jumlahnya yakni 21,5 juta orang. "Kemudian setelah itu baru masyarakat yang akan divaksinasi," ucap dia.

Baca juga : OJK Imbau Masyarakat Meminjam Dana ke Lembaga Keuangan Resmi

Tahapan prirotas soal vaksin ini hasil konsultasi Kementerian Kesehatan dengan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). "Ini adalah badan independen yang memberikan advice ke Menteri Kesehatan terkait vaksinasi. Badan independen ini ada di setiap level. Contohnya di WHO ada juga badan independen untuk imuniasi yang namanya SAGE. Kita berdiskusi dengan mereka tahapannya (pemberian vaksin)," katanya.


Menurut Budi, setiap negara memiliki tahapan vaksinasi yang berbeda-beda. Namun prioritas pertama tetaplah kepada tenaga kesehatan. Sejauh ini, dari data yang dikumpulkan oleh Kemenkes, pemerintah membutuhkan 426 juta vaksin Covid-19 untuk bisa disuntikan ke sekitar 181 juta penduduk Indonesia. Nantinya satu orang butuh dua kali suntikan vaksin Covid-19, berdasarkan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). “Jadi kita mempersiapkan 15 persen cadangan maka total vaksin yang diperlukan ada sekitar 426 juta dosis vaksin,” ujar Budi.

Baca juga : UPZ BNI, Bamuis dan BAZNAS Luncurkan Balai Ternak di Bekasi

Terkait pengadaan vaksin, Budi mengatakan pemerintah melalui 5 jalur pengadaan vaksin Covid-19. Empat diantaranya pengadaan vaksin secara bilateral. Kemudian satu secara multilateral.
Saat ini pemrintah sudah mendatangani kontrak dengan Sinovac (Tiongkok) sebesar 125 juta vaksin. Opsinya Pemerintah Indonesia masih bisa menambah vaksinnya.

Kemudian tandatangani kontrak dengan Novavax (Amerika Serikat) sebanyak 130 juta dengan opsi menambah. Selanjutnya pemerintah akan mendatangani kontrak dengan AstraZeneca (Inggris) untuk 100 juta dosis vaksin. Termasuk juga mendatangani kontrak dengan BioNtech Pfizer (Amerika Serikat). “Jadi ini yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini,” katanya.
 

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal