LampuHijau.co.id - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menggalakan program pendauran ulang sampah di saat pandemi Covid-19. Program Daur Ulang Itu Ini (Duitin) yang digagas oleh TP PKK Jakarta Selatan tersebut, dengan memilah sampah hingga menjadi rupiah.
Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali menjelaskan, di masa pandemi sampah di Jakarta Selatan sekitar 1.400 ton sampah setiap harinya. "Jaksel paling sedikit 1.400 ton (sampah), dari jumlah itu ada yang bisa didaur ulang. Ada juga yang tidak bisa. Maksudnya, ada sisi ekonomi yang memungkinkan kita daur ulang," ungkap Marullah, Selasa (29/12/2020).
Menurut Marullah, beberapa material sampah bisa didaur ulang. Untuk menyelesaikan persoalan sampah tidak oleh pemerintah saja, tapi melibatkan stakeholder, bahkan aplikator atau pihak ke tiga.
Baca juga : Pemprov DKI Jakarta Tambah Tempat Tidur di Ruang Isolasi
"Ini kreativitas yang masih orisinil, yang kini berkolaborasi dengan Pemkot Jaksel lewat TP PKK Jaksel,” kata dia.
Melalui program kolaboratif yang diusung PKK Jaksel bersama aplikator Duitin (Daur Ulang Itu Ini), memungkinkan warga mendapatkan feedback berupa pemenuhan kebutuhan dengan menukarkan sampah. Sampah yang dimaksudkan berupa material yang bisa didaur ulang.
"Paling tidaknya ini program yang kolaboratif. Lagi pandemi enggak bisa ke sana-ke mari. Enggak sempat buang sampah ke luar. Tadinya bayar untuk membuang sampah, sekarang malah kita dapat bayaran. Masyarakat hanya tinggal membawa sampah yang tadinya sudah tidak layak jadi menjanjikan dan menghasilkan. Bawa sampah yang berbahaya jadi membahagiakan," ujar Marullah.
Baca juga : Lahan Terbengkalai Di Jakpus Disulap Jadi RTH Kebun Bhineka
Ketua TP PKK Jakarta Selatan Komariah Marullah menjelaskan, program tersebut bisa membantu mengurangi dampak sampah pada lingkungan. Menurutnya, tujuan pengelolaan sampah yang tegak adalah untuk membuat sampah memiliki nilai ekonomis atau mengubahnya menjadi bahan yang tidak membahayakan lingkungan.
"Ada manfaat yang didapatkan mulai dari estetika, pengelolaan ekonomi, dan kekayaan lingkungan yang dapat dirasakan oleh masyarakat," katanya.
Persoalan sampah harus terintegrasi, terutama adanya sinergi dari berbagai pihak. Komariah mengatakan, aplikasi Duitin merupakan salah satu solusi untuk warga Jakarta Selatan dalam pemilahan sampah dan warga hanya tinggal instal aplikasinya secara gratis di smart phonenya.
Baca juga : Pemkot Jaksel Pastikan Pasar Tradisional Bebas Daging Babi
"Dengan aplikasi Duitin, warga dengan mudah mengelola sampah. TP PKK dan para kader turut membantu program pemerintah, khususnya Sudin Lingkungan Hidup dalam menjalankan pengelolaan sampah rumah tangga," tandasnya. (RBN)