Atasi Kekurangan Air Baku, Hernowo: PDAM Jaya Fokus Cari Sumber di Jakarta

Rabu, 23 Desember 2020, 16:42 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Ketergantungan terhadap air curah maupun air baku berasal dari luar Jakarta. Maka, inisiatif yang kemudian dikembangkan oleh dinas SDA adalah bagaiaman bisa memanfaatkan air di Jakarta untuk dimanfaatkan menjadi air baku. Walaupun kecil tapi setidaknya bisa menutupi gap antara kebutuhan dengan ketersediaan yang dimiliki saat ini.

"Inilah kemudian kegiatan besar yang kami lakukan, salah satunya dengan Dinas SDA DKI untuk bisa mendapatkan air curah maupun air bersih di DKI Jakarta yang bisa kita manfaatkan untuk pelayanan air minum di DKI," kata Dirut PDAM Jaya Bambang Hernowo dalam diskusi virtual dengan wartawan Balaikota, Rabu (23/12/2020).

Soal bagaimana punya air baku sebagian besar berasal dari luar Jakarta, Hernowo menjelaskan, dari Jatiluhur 82 persen, internal Jakarta hanya 6 persen. Kemudian dari Tangerang 12 persen.

Baca juga : 6 Lokasi Strategis Jadi Fokus Penanganan Banjir di Jakpus

"Secara kapasitas, kita punya 20.027,5 LPS. Apabila ditambah dengan hutan kota, maka saat ini kita punya 20.727,5 LPS. Panjang pipa 11.900 km dan pelanggan PDAM Jaya saat ini sampai dengan Oktober 888.342 pelanggan. Dengan jumlah pelanggan ini, coverage kita masih di angka 65 persen," ujarnya.

Dijelaskan, saat ini pihaknya berinisiatif strategis untuk peningkatan cakupan layanan 100 persen dan keberlanjutan air di Jakarta. "Yang pertama, kita bisa menambah pasokan air baku kita dengan menambah WTP. Pertama adalah SPAM Ciliwung 200 LPS. Kedua, SPAM Hutan Kota 500 LPS, sudah selesai.

Ketiga, SPAM Pesanggrahan 750 LPS. Dan keempat, uprating di Buaran 3. Kita punya lahan di Buaran yang kita bisa manfaatkan agar kita bisa membangun sampai 3000 LPS," papar Hernowo.

Baca juga : Saksi Meringankan Terdakwa Fikri Salim Ogah Hadir

Kemudian, lanjutnya, pasokan air curah-SPAM regional, ini berasal dari kegiatan strategis nasional. Yaitu SPAM Jatiluhur 4000 LPS, SPAM Karian 3200 LPS.

"Kita juga masih punya PR dalam hal ini kebocoran air atau NRW. Kita harus menurunkan NRW supaya kita bisa menambah pasokan itu sendiri yang saat ini sudah ada ada airnya tapi terbuang. Caranya, rehabilitasi dan leak repair dari service pipes dan distribution pipes. Pencegahan illegal connection. Meter replacement. Dan district metered area," jelas Hernowo.

Saat ini, lanjutnya, konsumsi air tanah dalam yang tercatat sekitar 7 juta meter kubik, 220 liter per detik. Itu tantangan bagaimana mengonversi itu pindah ke perpipaan. "Inilah apa yang kemudian menjadi potret kita. Apa yang harus kita lakukan untuk bisa 100 persen cakupan layanan. Mengingat kemampuan fiskal kita terkontraksi kemudian bagaimana PDAM mendapat PMD setiap tahunnya.

Baca juga : Ada Demo, Ribuan Aparat Gabungan Disebar Berjaga di Jakarta Selatan

Kita memang harus mencari sumber pendanaan secara kreatif untuk bisa mencapai 100 persen layanan. Targetnya kapan 100 persen, kami optimis bisa di tahun 2030," tutupnya. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal