LampuHijau.co.id - Para wartawan senior yang memiliki dedikasi untuk menegakkan nilai-nilai mulia dalam organisasi profesi siap membentuk kelompok kerja Persatuan Wartawan Indonesia Jakarta (Pokja PWI Jaya).
Deklarasi pembentukan Pokja itu sangat ditentukan oleh apakah pelaksanaan Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jaya bisa berlangsung sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi atau tidak.
“Bila tidak, maka kita akan mendeklarasikan pembentukan Pokja PWI Jaya. Ini sebagai tindak lanjut dari misi kami untuk melakukan perubahan atau restorasi PWI DKI Jakarta,” kata Nauli Silitonga di Jakarta, Kamis (25/4/2019) saat pertemuan dengan para wartawan yang selama ini kritis menyoroti proses konferprov, yang disusun dan akan diselenggarakan pengurus PWI DKI Jakarta bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi.
Baca juga : Konferprov PWI DKI, Atal: Harus Demokratis Melibatkan Semua Anggota
Konferprov menurut rencana akan dilaksanakan di Balai Kota Jakarta, Jumat (26/4) mulai jam 7 pagi. Waktu pelaksanaan ini juga dirasakan aneh mengingat selama ini biasanya digelar hari Sabtu, sehingga bisa dihadiri lebih banyak anggota. Namun kini diadakan Jumat dan sudah dimulai pagi-pagi.
Para penuntut perubahan itu menilai, proses pelaksanaan Konferprov selain jauh dari nilai-nilai demokrasi juga mengabaikan hak-hak anggota. Panitia pelaksana Konferprov tidak melayani kepentingan anggota dengan fair karena ada indikasi untuk memenangkan calon tertentu. Pengurusan kartu anggota untuk penentuan daftar pemilih dilakukan sembunyi-sembunyi dan cara gerilya oleh calon tertentu.
“Kita sudah laporkan masalah ketidak beresan dalam proses pelaksanaan Konferprov ini kepada PWI Pusat namun belum ada tindakan yang diambil. Seharusnya PWI Pusat mengambil alih masalah ini dan menunda pelaksanaan Konferprov dengan membentuk panitia yang lebih netral,” kata James Tobing, Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI DKI Jakarta.
Baca juga : Kerja Sama dengan British Council, Anies Berharap ASN DKI Bisa Berbahasa Inggris
James mengaku sangat prihatin mencermati perkembangan agenda konferprov karena bisa merusak tujuan organisasi. Padahal, menjadi pengurus organisasi profesi itu merupakan pengabdian, bukan dijadikan sebagai pekerjaan.
Puluhan wartawan yang bertemu sudah menyiapkan bahan-bahan yang akan disampaikan ke Konferprov. Banyak hal yang dilihat akan disoroti karena tidak sesuai dengan nilai-nilai organisasi profesi wartawan. Termasuk ulah oknum yang menodai profesi wartawan.
Dalam pertemuan itu juga disepakati untuk menjagokan Toto Irianto alias Toir sebagai Ketua Pokja PWI Jaya. Toir yang Pemimpin Redaksi koran berpengaruh Ibukota, Pos Kota, dinilai pas memimpin karena memiliki semangat untuk menjadikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sebagai organisasi profesional dan bermartabat di era transformasi lanskap media dengan spirit kebangsaan, kebebasan, dan kreativitas digital, terasa di ibu kota ini.
Baca juga : Sebanyak 12 Kamera Tambahan e-Tilang Siap Beroperasi
Menurut Uli, sapaan akrab Nauli Silitonga ini, ke depan Toir bakal menjadikan PWI DKI Jakarta sebagai rumah bersama bagi semua wartawan Ibu Kota.
"Visi utama Toir dalam mengurus organisasi profesi ini sebagai Hope (harapan), bukan jadi Job (pekerjaan). Ini penting agar PWI Jaya semakin maju di masa mendatang; Misinya, bagaimana agar organisasi (PWI) semakin diminati para wartawan muda,” kata Uli yang juga wartawan Harian Lampu Hijau ini.
Tujuan Pokja untuk menjadikan organisasi sebagai kebanggaan anggota dan tumpuan publik. Ini penting agar PWI DKI Jakarta ke depan sebagai barometer kehidupan pers di Indonesia. (DIR)