IDI Nggak Nolak Vaksin Kok

Senin, 14 Desember 2020, 21:53 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Sempat beredar kabar kalau Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menolak sebagai kelompok pertama yang disuntik vaksin Covid-19. Berkaitan dengan hal itu Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM mengklarifikasi kabar itu lewat twitternya, Sabtu,12 Desember 2020. "Belakangan ini ada pihak yang anggap saya atau IDI menolak vaksin. Itu anggapan yang tidak benar. Jangan salah tafsir atas ucapan saya yang sepertinya diambil sepotong-sepotong. Yang jelas, organisasi IDI mendukung vaksinasi. Tentu setelah izin edar darurat (EUA) BPOM keluar," cuit Prof. Zubairi.

EUA (Emergency Use Authorization) adalah persetujuan penggunaan obat atau vaksin saat kondisi kedaruratan kesehatan masyarakat, seperti pada masa pandemi Covid-19. Ketua IDI Daeng M Faqih mengatakan justru dirinya siap menjadi salah satu orang yang pertama disuntik vaksin Covid-19 buatan perusahan Sinovac Biotech, China. "Ini berita tidak benar, IDI mendukung vaksinasi Covid-19 dan saya sebagai Ketua PB IDI siap menjadi orang yang pertama disuntik vaksin," kata Daeng.

Baca juga : Warga Diminta Tidak Tolak Vaksin Covid-19 dan Tetap Jalankan 3M


Bahkan IDI turut aktif mengkampanyekan Adaptasi Kebiasaan Baru, termasuk protokol kesehatan, manfaat vaksin dan vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat. IDI juga sudah berdiskusi dengan Kementerian Kesehatan, Bio Farma, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi (KPC-PEN).  "Sikap resmi kami, yakni menyampaikan dukungan apresiasi dan menyerahkan kepercayaan kepada BPOM, yang memberi izin atas jaminan, keamanan juga efektivitas vaksin Corona," jelas Daeng, Senin (14/12/2020).

"Kami juga sudah mengirimkan surat kepada Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Kementerian Kesehatan dan BPOM atas dukungan program vaksin dan vaksinasi. Ini yang sudah dilakukan PB IDI."

Baca juga : Keciduk Nggak Pake Masker di Depok Didenda 50 Ribu


IDI pun sudah berdiskusi dengan Menteri BUMN Erick Thohir terkait  prioritas penerima vaksin Corona, terutama untuk tenaga medis dan kesehatan. "Kami sudah mengkampanyekan ke mana-mana soal manfaat vaksin dan vaksinasi kepada masyarkaat. Kami juga berdiskusi dengan Pak Erick Thohir selaku Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Pelaksana KPC-PEN," terang Daeng.


"Tentunya, mendiskusikan bagaimana tenaga kesehatan, termasuk dokter mendapatkan perhatian (masuk) prioritas pemberian vaksin Corona yang pertama. Karena petugas kesehatan masuk dalam golongan rentan," ujarnya.(LHTJ)
 

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal