Pemilik Dikenal Bandel, Kafe Ditutup Permanen

Tegur Pelanggaran Prokes di Kafe, Bu Lurah Dikeroyok & Dibogem

Jumat, 11 Desember 2020, 20:26 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Kasus pemukulan terhadap Lurah Cipete Utara, Nurcahya membuka fakta baru. Selain tak memiliki izin usaha, pemilik Cafe Waroeng Brother Coffe & Resto, juga dikenal membandel dengan aturan. Alhasil warung kopi yang berlokasi di Jalan Pelita, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu pun ditutup oleh Satpol PP DKI.

Kasatpol PP DKI, Arifin mengatakan, pihaknya melakukan penutupan permanen pada Waroeng Brother Coffe and Resto lantaran ditemukan adanya pelanggaran PSBB. Parahnya lagi, meski sudah kerap dilakukan teguran, tempat usaha makan dan minum itu pun tak pernah menggubrisnya.

"Maka itu, hari ini kami dari Satpol PP melakukan penindakan penyegelan secara permanen, dengan kata lain tempat ini tidak boleh beroperasi lagi," ujarnya pada wartawan di lokasi, Jumat (11/12/2020).

Menurutnya, tempat usaha itu selalu beroperasi melebih jam buka tempat usaha di masa pandemi Covid-19. Bahkan, tak ada protokol kesehatan yang diterapkan, seperti masker dan jaga jarak. Justru cafe itu diketahui kerap melakukan pembiaran kerumunan terjadi, sebagaimana saat terjadi aksi kekerasan pada Lurah Cipete Utara beberapa waktu lalu.

"Bahkan, beberapa kali telah dilakukan penindakan terhadap penjualan minuman keras dan masih membandel. Lalu, tak ada juga izin usahanya," tuturnya.

Baca juga : Polda Kalsel Terima Penghargaan Sebagai Pengelola Anggaran Terbaik dari Kanwil Dirjen Perbendaharaan

Selain berulangnya melakukan pelanggaran, tambahnya, masyarakat sekitar pun mengeluhkan kafe tersebut lantaran kerap terjadi kerumunan di situ hingga menimbulkan suara berisik. Ke depan, bila masih nekad beroperasi, pihaknya bakal melakukan tindakan lebih tegas.

"Ini menjadi contoh tempat usaha lainnya di Jakarta untuk tak lagi coba-coba melakukan pelanggaran PSBB. Sebab, kami akan menindaknya secara tegas," katanya.

Sebelumnya diberitakan, aksi pengeroyokan dialami oleh Bu Lurah Kelurahan Cipete Utara usai memberikan peringatan kepada salah satu Cafe yang melanggar PSBB Transisi, Sabtu (21/11/2020) pukul 01.00 dinihari. Pihaknya bersama Sudin SDA FKDM, PPSU dan Ketua RT 003/010 berada di lokasi pekerjaan pembuatan saluran air di Jalan Pelita Raya.

Kebetulan lokasi pembuatan saluran air berada tidak jauh dari Cafe Waroeng Brothers (kurang lebih 50 meter), terdengar keras suara musik serta suara-suara orang yang berteriak dan bernyanyi berasal dari Cafe Waroeng Brothers tersebut.

Pihaknya langsung melakukan pengecekan ke Cafe Warung Brother untuk menemui Pemilik Cafe. Namun, di luar dugaan, para pengunjung Cafe yang terdiri dari hampir 200 orang seluruhnya berada dalam pengaruh minuman keras.

Baca juga : Kemarin 21 RW, Kini 32 RW di Jakarta Masuk Zona Merah

"Seakan tidak diterima dengan kegiatan Anggota FKDM yang masuk ke dalam Cafe mengambil foto dan video, sehingga mulai terjadi cekcok mulut antara pengunjung cafe dengan Lurah Cipete Utara dan Anggota FKDM," kata Camat Kebayoran Baru Tomy Fudihartono.

Selanjutnya, kekerasan terhadap Lurah Cipete Utara beserta jajarannya mulai terjadi. Dimana para pengunjung marah dan memaksa untuk merampas HP milik anggota FKDM agar segera menghapus foto dan video yang ia rekam.

Dalam kejadian tersebut, aksi perampasan paksa serta kekerasan fisik dan argumentasi yang diprovokatori oleh pemilik Cafe justru kian memuncak. Pihak pengelola bukannya melerai dan berusaha menenangkan pengunjungnya, justru balik menyerang dengan kata-kata kasar.

Dua HP dirampas dan dibanting hingga hancur setelah foto dan videonya dihapus oleh salah satu pengunjung cafe yang mengaku orangtuanya Perwira Kopasus. "Setelah kurang lebih satu jam, Lurah Cipete Utara bersama satu anggota FKDM dan satu anggota PPSU berhasil keluar dari amukan para pengunjung cafe dan bergegas masuk mobil untuk kemudian melaporkan kejadian ke Polsek Kebayoran Baru" ungkap Tomy, Kamis (10/12/2020).

Sementara 4 anggota FKDM lainnya masih disandera oleh pengunjung dan pemilik café. Di dalam perjalanan menuju kantor Polsek, Lurah Cipete Utara melihat Pasukan dari Polres Jaksel di halaman Lipo Mall Kemang yang sedang berjaga menghalau komunitas motor.

Baca juga : Anak Yatim Doakan Pengurus PAC PDIP Pasar Minggu Rezekinya Lancar

Setelah menerima laporan dari Lurah Cipete Utara,  polisi langsung menuju TKP Cafe Waroeng Brothers dan langsung menindak dan mengamankan TKP. Empat orang dari TKP diamankan, salah satunya pemilik Cafe, tetapi pengunjung yang melakukan tindak kekerasan sudah tidak berada di TKP.

Lurah Cipete Utara bersama 5 orang anggota FKDM, 2 orang anggota PPSU dan 1 orang anggota Satpol PP tiba di Polres Jakarta Selatan bersama anggota Ķepolisian dengan 4 orang yang diamankan.

"Setelah kejadian tersebut, Lurah Cipete Utara dirujuk ke RSPP Pertamina untuk melakukan Visum akibat kekerasan fisik yang ia alami. Setelah itu Bu Lurah langsung membuat laporan pengaduan atas kekerasan yang dialaminya," kata dia. (RBN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal