Tokoh Pemuda Jakarta Barat Apresiasi Langkah Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Covid-19

Minggu, 6 Desember 2020, 20:38 WIB
Jakarta City

LampuHijau.co.id - Pernyataan pemerintah Indonesia dalam menetapkan wabah Covid-19 menjadi bencana nasional disikapi oleh Ketua bidang komunikasi LKB DKI (Lembaga Kebudayan Betawi) dan ketua bidang Hukum PGRI Jakarta-Barat, Umar Abdul Aziz.

Menurut Umar, pemerintah pusat maupun pemerintah wilayah tidak akan bisa bekerja sendiri tanpa adanya keikutsertaan seluruh stakeholder yang ada di wilayah.

“Tidak hanya melibatkan tiga pilar dalam hal ini, pihak pemerintah juga harus merangkul tokoh-tokoh masyarakat dan ulama-ulama agar dapat memberikan imabauan kepada masyarakat tentang bahaya Covid-19,” ucap Umar, Minggu (06/12/2020).

Baca juga : Tiga Pilar Jakarta Pusat Bentuk Tim Khusus Pemburu Covid-19

Di sisi lain Umar yang dikenal sebagai Tokoh Pemuda Jakarta Barat mengapresiasi langkah Kapolda Metro Jaya, Fadil Imran dengan membentuk Tim Pemburu Covid-19 yang dapat menyasar ke masyarakat.

“Saya rasa itu ide yang cemerlang. Kalau bisa Tim Pemburu Covid-19 ini ada di lingkungan masyarakat. Seperti masuk ke RT ataupun ke rumah-rumah padat penduduk satu contoh di kawasan Menceng Cengkareng Jakarta Barat,” imbuhnya.

Memutus mata rantai penyebaran Covid-19 kata Umar, perlu langkah tindakan tegas yang disertai edukasi bagi para pelanggar.

Baca juga : Demi Jakarta Sehat dan Aman, Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Hunter Covid-19

“Segera melaksanakan tugas dengan baik, utamakan hubungan komunikasi sebelum tindakan dan melakukan edukasi. Tindak tegas bagi pelanggar yang sudah diberikan edukasi akan tetapi masih melanggar,” tandasnya.

Umar menuturkan, untuk di Jakarta Barat sendiri, terjadi penurunan angka Covid-19, karena beberapa kategori zona merah itu sudah berkurang. 

"Di wilayah Tambora hampir setiap hari petugas melakukan operasi yustisi. Semua elemen di Jakarta Barat mampu bersinergi dengan pemerintah dan bagi pemerintahnya sendiri melakukan edukasi kepada masyarakat melalui stakeholder yang ada,” bebernya.

Baca juga : Perceraian Meningkat di Kabupaten Subang Saat Pandemi Covid-19

Umar juga merasakan dampak dari wabah Corona. Dengan kondisi seperti itu, terpaksa ia harus mengurangi jumlah karyawan restoran miliknya dari 35 karyawan menjadi 8 karyawan. 

Mengingat terjadinya penurunan pengunjung secara drastis. Dengan begitu, ia berharap kesadaran masyarakat tentang bahaya virus Corona dapat ditingkatkan agar wabah Covi-19 ini dapat segera berakhir.

“Mudah-mudahan harapannya cepat pulih dan seperti sedia kala dengan catatan masyarakat dapat menyadari apa yang menjadi aturan-aturan yang telah disepakati oleh pemerintah,” pungkasnya. (DRS)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal